Berita

Mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Javad Zarif. (AFP)

Dunia

Eks Menlu Desak Iran Segera Deklarasi Menang Perang

SABTU, 04 APRIL 2026 | 01:18 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Mantan Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif mendorong Teheran segera mengakhiri konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang telah berlangsung sejak 28 Februari.

Zarif menilai Iran berada pada posisi yang cukup kuat untuk menutup perang melalui sejumlah kesepakatan.

"Iran harus memanfaatkan posisi unggulnya bukan untuk terus berperang, melainkan untuk menyatakan kemenangan," tulis Zarif dikutip Iran International, Jumat, 3 April 2026.


Zarif mengusulkan sejumlah langkah yang dapat ditempuh pemerintah Iran, di antaranya  pembatasan program nuklir serta membuka kembali Selat Hormuz sebagai bagian dari kesepakatan pencabutan sanksi.

Ia menilai, skema tersebut sebelumnya sulit diterima oleh Washington, namun dalam situasi konflik saat ini peluangnya lebih terbuka.

Selain itu, Zarif juga mengusulkan pembentukan pakta non-agresi antara Iran dan AS untuk mencegah konflik serupa di masa depan. Ia bahkan membuka kemungkinan kerja sama ekonomi sebagai bagian dari solusi jangka panjang.

Menurutnya, langkah-langkah ini dapat memberi ruang bagi Iran untuk fokus pada pemulihan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan rakyat.

Usul Zarif ini muncul setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengancam akan membuat Iran kembali ke zaman batu, dan mengatakan bahwa militer AS "bahkan belum mulai" menghancurkan sisa infrastruktur Iran.

Di sisi lain, militer Iran memperingatkan akan “menghancurkan” aset-aset regional AS jika serangan terus berlanjut.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya