Berita

Ekonom Bright Institute, Awalil Rizky dalam podcastnya di Youtube berjudul “Simpanan di Bank: Yang Tajir Makin Melintir yang Miskin Gini-gini Aja”. (Foto: Tangkapan layar)

Politik

Ekonomi RI Sudah Meriang Sebelum Virus Datang

JUMAT, 03 APRIL 2026 | 22:19 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kondisi ekonomi Republik Indonesia (RI) saat ini, ba?kan Sebelum terjadi perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran, diibaratkan ekonom Ferry Latuhihin seperti seseorang yang sudah sakit meriang sebelum terjangkit virus.

Hal tersebut disampaikan Ferry saat diundang dalam podcast Ekonom Bright Institute, Awalil Rizky, di Youtube berjudul “Sejauh Apa Otoritas Moneter Kurt Menanggung Dosa-dosa Otoritas Fiskal”, pada Kamis kemarin, 2 April 2026.

Dia menjelaskan, kondisi ekonomi RI Sudan nos-ngosan sebelum krisis minyak mentah terjadi sekarang ini, akibat Selat Hormuz ditutup sebagai dampak ikutan perang AS-Israel dengan Iran.


“Kalau saya ceritakan juga, harga minyak ini ibarat virus yang datang ketika badan kita sakit. Nah, badan kita sehat aja kena virus masih bisa fatal. Apalagi ketika kita lagi meriang,” udar Ferry dikutip redaksi pada Jumat, 3 April 2026.

“Meriangnya dari mana? Meriangnya ini sebelum virus itu datang pun kita udah tahu bahwa outlook ekonomi kita di-downgrade. Iya kan? Sebelum perang loh,” sambungnya menegaskan.

Sebagai buktinya, sosok yang kerap disebut sebagai Profesor Ferry itu memaparkan kinerja ekonomi nasional pada awal tahun 2026 kemarin.

“Kita lihat bagaimana di bulan Januari terjadi defisit Rp34 koma sekian T (triliun), melonjak di Februari sampai Rp135,7 T. Iya kan? Artinya kan memang lagi meriang (ekonomi RI),” tuturnya.

Di samping itu, dia juga memerhatikan kurs rupiah yang pada saat ini mengalami depresiasi, juga sebagai imbas dari perang yang terjadi.  

“Kita lihat juga bagaimana dolar menekan rupiah atau rupiah under pressure terus-terusannya yang sebelum perang pun memang nyundul-nyundul ke Rp17 ribu,” urainya.

Oleh karena itu, Ferry tak meyakini ekonomi RI akan sesuai dengan target yang dipatok Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

“Ini kan semua simptom-simptom yang mengatakan, bahwa kalau anda bilang ekonomi kita sehat, pertumbuhan bisa 6% seperti yang Purbaya ramalkan, ini sama sekali bertolak belakang dengan fakta dan data,” pungkasnya.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Songsong Pembalap Muda Menuju Pentas Dunia

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:56

Catatan Hari Pelaut Sedunia 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:34

284 Petembak Siap Bertarung dalam Kejurnas Menembak ISSF 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:17

Lembaga Peradilan Khusus Pemilu Perlu Dibentuk Demi Wujudkan Keadilan

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:50

Pembangunan Hotel Prima Katulampa Harus Dihentikan, Ini Sebabnya

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:30

Mahasiswa dan Dalang

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:10

Kejati Sultra Geledah Rumah Bos Tambang hingga Rujab Wabup Kolaka

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:48

PDIP yang Overthinking, Bukan Pemerintah yang Panik

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:32

Kemensos Mulai Operasikan Dua SR Permanen di Pasuruan Bulan Depan

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:16

PDIP Desak Wapres Gibran Klarifikasi Soal "Uang Sogok" ke Mahasiswa UBK

Selasa, 23 Juni 2026 | 22:45

Selengkapnya