Berita

Ilustrasi Judi Online

Politik

MUI Dukung Pemerintah Bersihkan Ruang Digital dari Konten Merusak Moral

JUMAT, 03 APRIL 2026 | 17:16 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Perhatian khusus disampaikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap maraknya konten destruktif yang kian memprihatinkan. 

Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof Asrorun Ni’am Sholeh dengan tegas memberikan dukungan kepada pemerintah untuk membersihkan ruang digital dari konten-konten amoral.

“MUI secara khusus memberikan dukungan kepada Presiden Republik Indonesia, kepada Menteri Komdigi dan juga seluruh aparatur negara untuk mewujudkan ruang digital yang sehat dan bermartabat,” ungkap Kiai Ni’am, Jumat, 3 April 2026.


Dia juga menyampaikan, dukungan MUI tersebut untuk memastikan ruang digital didayagunakan secara baik dan benar. Ruang digital digunakan untuk kepentingan ilmu pengetahuan hingga peradaban.

“Pada saat yang sama, kita memproteksi  bahkan memerangi ekosistem digital  destruktif yang merusak masa depan generasi muda,” katanya.

Lebih lanjut, MUI mendorong penindakan hukum terhadap pelanggar aturan di dunia siber. Ini adalah langkah awal untuk menjamin lahirnya generasi Indonesia yang mutamaddin atau beradab.

“Karena kita tahu ada sekelompok orang yang mengambil manfaat dari kebebasan tanpa batas untuk meraut keuntungan ekonomi,  sebagian elemen merusak generasi dengan tradisi, dengan konten yang bertentangan dengan norma agama, bertentangan dengan kesusilaan, bertentangan dengan asas kepatutan dan juga kepantasan di tengah masyarakat,” kata Kiai Ni’am.

Menurutnya, dunia digital Indonesia saat ini dengan mudah dan sangat bebas menampilkan konten-konten yang berisi pornografi, konten-konten yang berisi judi online.

Selain itu pula, konten-konten berisi games yang tidak bermanfaat dan kemudian melenakan, konten-konten yang berisi ujaran kebencian, konten-konten yang tidak mendidik, bahkan bisa jadi konten-konten yang menduplikasi tindak kejahatan dan juga mempermisifkan perilaku destruktif.

Hal tersebut dianggap sebagai sesuatu yang biasa karena terus diulang-ulang di media digital. Fenomena ini tentu menjadi ancaman nyata bagi mentalitas bangsa.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya