Berita

Presiden baru Myanmar, Min Aung Hlaing (Foto: FMT)

Global

Eks Kepala Junta Min Aung Hlaing Terpilih Jadi Presiden Myanmar

JUMAT, 03 APRIL 2026 | 15:16 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Mantan pemimpin junta militer Myanmar, Min Aung Hlaing, resmi menapaki puncak kekuasaan sipil setelah terpilih sebagai presiden ke-11 pada Jumat, 3 April 2026.

Pemungutan suara yang digelar di Parlemen Persatuan di ibu kota Nay Pyi Taw mengukuhkan dominasi politik Min. 

Ia meraih lebih dari separuh suara anggota parlemen, memastikan kemenangan mutlak dalam kontestasi tersebut. 


"Dengan ini kami mengumumkan Jenderal Senior Min Aung Hlaing sebagai presiden," kata Ketua Parlemen Aung Lin Dwe dari panggung di aula pertemuan parlemen, seperti dikutip dari AFP. 

Min sebelumnya menjabat sebagai panglima tertinggi militer Myanmar atau Tatmadaw sejak 2011 hingga akhirnya mundur pada Maret lalu demi mengikuti pemilihan presiden. 

Kursi tersebut kini ditempati oleh mantan kepala intelijen, Ye Win Oo, yang baru saja dilantik awal pekan ini.

Kendati baru resmi menjadi presiden, Min sejatinya telah menggenggam kendali kekuasaan sejak kudeta militer pada 2021 yang menggulingkan pemerintahan sipil pimpinan Aung San Suu Kyi. 

Kudeta tersebut memicu pembubaran National League for Democracy dan memperdalam konflik bersenjata yang masih berlangsung di berbagai wilayah.

Selama lima tahun terakhir, Min juga mengorkestrasi proses pemilu bertahap sejak akhir Desember, yang berujung pada kemenangan partai-partai pro-militer, termasuk Union Solidarity and Development Party. 

Parlemen hasil pemilu itu mulai bersidang pada 16 Maret, membuka jalan bagi legitimasi politik baru bagi kubu militer.

Namun, rekam jejak Min tidak lepas dari sorotan tajam komunitas internasional, terutama terkait operasi militer terhadap etnis Rohingya pada 2017 yang memaksa lebih dari satu juta orang mengungsi ke Bangladesh.

Pada November 2024, jaksa International Criminal Court, Karim Khan, bahkan mengajukan permintaan surat perintah penangkapan terhadap Min dengan alasan ia bertanggung jawab atas kejahatan terhadap kemanusiaan. 

Selain itu, pada 2019, Gambia menggugat Myanmar ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) atas dugaan genosida terhadap Rohingya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya