Berita

Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PKS, Ateng Sutisna. (Foto: Dok PKS)

Politik

Pemerintah Harus Berani Setop Ekspor Minyak Mentah

JUMAT, 03 APRIL 2026 | 14:33 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PKS, Ateng Sutisna, menegaskan pentingnya langkah berani pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

Ia mendorong agar Indonesia mulai menghentikan ekspor minyak mentah secara bertahap serta mempercepat pembangunan dan modernisasi kilang dalam negeri. Menurutnya, langkah tersebut krusial untuk mewujudkan kemandirian energi.

Ateng menekankan bahwa swasembada energi harus diposisikan sebagai kebutuhan strategis nasional, bukan sekadar slogan politik semata.


“Ketahanan energi adalah bagian dari kedaulatan negara. Jika kita terus bergantung pada pasar global, maka kita akan selalu rentan terhadap krisis,” tegasnya, Jumat, 3 Maret 2026.

Lebih lanjut, Ateng berharap pemerintah dapat menjadikan situasi global saat ini sebagai momentum untuk melakukan transformasi kebijakan energi secara menyeluruh. Hal itu dinilai penting demi menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia juga menyoroti tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM). Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh keterbatasan infrastruktur kilang, tetapi juga oleh praktik ekonomi-politik yang tidak sehat dalam tata niaga migas.

Ateng mengungkapkan, indikasi praktik pencarian rente dalam proses impor BBM masih terjadi, meskipun pemerintah sebelumnya telah membubarkan Petral. Ia menilai, pola lama tetap berlangsung melalui berbagai mekanisme baru, termasuk dugaan manipulasi spesifikasi BBM dalam proses pengadaan.

“Kita tidak boleh menutup mata. Reformasi migas tidak cukup hanya membubarkan lembaga, tetapi harus menyentuh akar masalahnya,” pungkas Ateng.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya