Berita

Ilustrasi pergerakan saham. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Makin Transparan, BEI-KSEI Perluas Data Kepemilikan Saham Jadi 39 Kategori

JUMAT, 03 APRIL 2026 | 14:11 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) resmi memperluas klasifikasi investor di pasar modal dari sembilan kelompok, menjadi 39 kategori.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari penguatan transparansi pasar modal, sekaligus merespons permintaan penyedia indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Deputi Komisioner Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek OJK, Eddy Manindo Harahap, mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam penyempurnaan data klasifikasi investor tersebut.


"Semua klasifikasi-klasifikasi data yang baru yang sekarang jumlahnya sampai 39 itu juga sudah selesai dilakukan," ungkap Eddy di Gedung BEI, Jakarta.

Direktur Utama KSEI, Samsul Hidayat, menilai kebijakan ini menjadi langkah penting untuk menyelaraskan standar pasar modal Indonesia dengan praktik global. 

Selain itu, transparansi yang lebih rinci diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor. Ia menjelaskan, klasifikasi tersebut disusun berdasarkan kebutuhan penyedia indeks global, dengan mengacu pada data kepemilikan saham tanpa warkat (scripless).

"KSEI melakukan distribusi informasi kepemilikan saham berdasarkan klasifikasi dan tipe investor yang informasinya dapat diakses melalui website BEI pada halaman pengumuman," ujar Samsul.

Adapun 39 klasifikasi investor yang kini digunakan meliputi berbagai kategori, antara lain perbankan, pemerintah, private equity, venture capital, dana pensiun, perusahaan asuransi, hingga investor individu. Selain itu, terdapat pula kategori lain seperti organisasi internasional, lembaga pendidikan, koperasi, partai politik, hingga lembaga keagamaan.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya