Berita

Ilustrasi perumahan di Amerika Serikat (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Kiro7)

Dunia

Perang Iran Guncang Sektor Properti AS, Suku Bunga Hipotek Melonjak Tinggi

JUMAT, 03 APRIL 2026 | 12:54 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Suku bunga kredit rumah (hipotek) di Amerika Serikat (AS) kembali naik untuk minggu kelima berturut-turut. Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, khususnya konflik dengan Iran yang ikut mengguncang pasar keuangan global.

Menurut perusahaan pembiayaan Freddie Mac, rata-rata suku bunga hipotek tetap 30 tahun kini berada di level 6,46 persen, naik dari 6,38 persen pada minggu sebelumnya. Angka ini menjadi yang tertinggi dalam tujuh bulan terakhir. Sebagai perbandingan, pada akhir Februari, sebelum konflik memanas, suku bunga masih di kisaran 5,98 persen.

Kenaikan ini datang di waktu yang kurang ideal, karena musim semi biasanya merupakan periode paling sibuk bagi masyarakat Amerika untuk membeli rumah.


Ekonom senior dari Zillow Home Loans, Kara Ng, menjelaskan bahwa lonjakan ini dipicu oleh gejolak di pasar obligasi akibat perang. Ia memperingatkan bahwa kondisi ini bisa memperlambat pasar perumahan jika konflik berlangsung lama.

“Jika situasinya cepat teratasi, pasar masih punya waktu untuk pulih. Tapi jika perang berlarut-larut, banyak calon pembeli kemungkinan akan menunda pembelian,” ujar Ng, dikutip dari CNN, Jumat 3 April 2026.

Ketidakpastian ini mulai terlihat di lapangan. Data dari Mortgage Bankers Association menunjukkan bahwa permohonan pembelian rumah turun 3 persen, permohonan refinancing (pembiayaan ulang) anjlok 17 persen.

Kenaikan suku bunga membuat biaya membeli rumah semakin mahal. Misalnya, untuk rumah seharga 450.000 Dolar AS dengan uang muka 20 persen, pembeli saat ini harus membayar sekitar 1.346 Dolar lebih mahal per tahun dibandingkan mereka yang mengambil kredit pada Februari. 
Dalam jangka panjang, selisih ini bisa mencapai 40.000 Dolar AS selama masa pinjaman.

Suku bunga hipotek biasanya mengikuti pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun. Saat ini, pasar obligasi mengalami volatilitas karena investor khawatir lonjakan harga minyak akibat perang dapat memicu inflasi kembali.

Dampaknya sudah terasa, di mana harga bensin di AS kini kembali menembus 4 Dolar AS per galon, untuk pertama kalinya sejak 2022.
Jika inflasi kembali meningkat, bank sentral AS, Federal Reserve, kemungkinan akan menahan suku bunga tetap tinggi lebih lama atau bahkan menaikkannya lagi.

Ketua The Fed, Jerome Powell, menyatakan bahwa pihaknya masih mengamati dampak ekonomi dari lonjakan harga energi global.
“Pada akhirnya kita akan menghadapi pertanyaan besar tentang langkah selanjutnya. Tapi saat ini, kita belum tahu pasti dampak ekonominya,” kata Powell.

Kesimpulannya, kombinasi antara konflik geopolitik, kenaikan harga energi, dan ketidakpastian kebijakan suku bunga membuat pasar perumahan AS berada dalam tekanan. Jika kondisi ini berlanjut, bukan hanya pembeli rumah yang terdampak, tetapi juga perekonomian secara keseluruhan.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya