Berita

Gedung BEI. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

IPO Masih Sepi di Awal 2026, Begini Kata OJK dan BEI

JUMAT, 03 APRIL 2026 | 12:16 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Sepinya aktivitas penawaran umum perdana saham (IPO) mewarnai pasar modal Indonesia sepanjang awal 2026. 

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) per 27 Maret 2026 terdapat 12 perusahaan dalam antrean IPO. Sebanyak 11 perusahaan, berasal dari kelompok aset besar dengan nilai di atas Rp250 miliar.

Meski demikian Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI menegaskan belum ada revisi target IPO tahun ini. Secara keseluruhan, BEI membidik 555 pencatatan efek sepanjang 2026, termasuk 50 perusahaan baru yang melantai di bursa.


Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyatakan pihaknya tetap optimis terhadap prospek penghimpunan dana di pasar modal ke depan.

"Nggak ada. Dari penggalangan dana belum kita revisi. Kita optimis. Semoga ya. Doa kita semua kalau ada pemulihan yang cepat disertai dengan upaya reformasi yang sudah kita hadirkan momentumnya dapet,” kata Hasan saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Kamis 2 April 2026.

Menurutnya, kondisi pasar yang dipengaruhi sentimen domestik dan dinamika geopolitik global menjadi faktor utama yang membuat sejumlah perusahaan menahan diri untuk melantai di bursa.

“Sekarang sebenarnya kalau di pipeline itu banyak, tapi karena kondisinya. Bukan ditolak saja, tapi ada juga yang menunda karena memang timing yang dirasakan kurang pas jadi kita hargai itu,"jelasnya.

Meski realisasi IPO masih terbatas, OJK mencatat minat perusahaan untuk masuk ke pasar modal tetap tinggi. Dalam waktu dekat, BEI juga disebut akan kembali kedatangan emiten baru.

"Ternyata animo mendaftar untuk pernyataan efektif maupun tercatat di bursa jumlah angkanya cukup signifikan. Jadi belum ada kebutuhan untuk revisi dalam waktu dekat," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna juga menyampaikan optimisme terhadap target IPO tahun ini.

"Tentu kita harus optimis nih teman-teman sekalian. Dengan kita meningkatkan dari sisi transparansi, kepercayaan akan meningkat. Tentu harapannya lebih banyak pihak yang melakukan investasi. Dari sisi supply side justru lebih semangat nih. Karena apa? Kalau orang sudah percaya demand side-nya juga mendukung tentunya supply side akan menjadi lebih atraktif untuk dia masuk ke pasar," ujar Nyoman.

Ia menambahkan, BEI terus melakukan pembenahan ekosistem pasar modal guna mendorong peningkatan aktivitas penghimpunan dana. Perkembangan terbaru terkait target IPO juga akan segera dilaporkan kepada OJK dengan mempertimbangkan kondisi pasar terkini.

“Kita akan menyampaikan dalam waktu dekat ke OJK. Jadi kita masih menghitung untuk dengan asumsi semuanya kita yakinkan infrastruktur, terus kemudian semua rencana program kerja kita jalan,”pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya