Berita

Ilustrasi (Imagined by Babbe)

Bisnis

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

JUMAT, 03 APRIL 2026 | 08:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Wall Street ditutup beragam setelah sempat tertekan oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. 

Pernyataan Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan tindakan lebih keras terhadap Iran menjelang libur panjang Jumat Agung.

Namun, sentimen investor mulai membaik pada sore hari setelah muncul sinyal diplomatik. Iran menyatakan tengah menyusun protokol dengan Oman untuk mengatur lalu lintas di Selat Hormuz, sementara Inggris menyebut sejumlah negara sedang membahas solusi untuk meredakan krisis. 


Hal ini membantu meredakan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.

Dikutip dari Reuters, Jumat 3 April 2026, pada perdagangan hari itu, indeks utama Wall Street bergerak tipis dan beragam. Dow Jones turun 0,13 persen ke 46.504,67, sementara S&P 500 naik 0,11 persen ke 6.582,69 dan Nasdaq menguat 0,18 persen ke 21.879,18. Sepanjang pekan, ketiga indeks mencatat kenaikan terbesar dalam empat bulan, menandai pemulihan setelah periode tekanan sebelumnya.

Kenaikan harga minyak menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pasar. Harga minyak mentah AS melonjak sekitar 11 persen ke kisaran 111 Dolar AS per barel, sementara Brent naik hampir 7 persen mendekati 108 Dolar AS per barel. Meski begitu, kontrak untuk Oktober berada di sekitar 82 Dolar AS per barel, menunjukkan pelaku pasar memperkirakan gangguan ini hanya bersifat sementara.

Dari sisi sektor, saham yang dianggap lebih aman mengalami penguatan. Sektor utilitas naik sekitar 0,6 persen dan real estat menguat 1,5 persen, karena investor mencari pendapatan yang stabil di tengah ketidakpastian. Sebaliknya, saham konsumsi diskresioner menjadi yang terburuk dengan penurunan 1,5 persen. Tekanan terbesar datang dari saham Tesla yang anjlok 5,4 persen setelah melaporkan pengiriman kuartalan terlemah dalam setahun. 

Di sisi lain, perhatian pasar juga tertuju pada rencana IPO perusahaan milik Elon Musk, SpaceX, yang dikabarkan menargetkan valuasi hingga 1,75 triliun Dolar AS.

Untuk sementara, pasar tetap berhati-hati menjelang rilis data tenaga kerja AS (nonfarm payroll). Namun, karena libur panjang, pasar AS akan tutup sehingga reaksi investor terhadap data tersebut baru akan terlihat pada pekan berikutnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya