Berita

Israel Dihujani Rudal Iran (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Mirror Now)

Dunia

Israel Dihujani Rudal Iran-Houthi-Hizbullah Saat Paskah

JUMAT, 03 APRIL 2026 | 07:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Israel mengalami serangan rudal bertubi-tubi saat perayaan Paskah Yahudi, ketika Iran bersama sekutunya meningkatkan eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. 

Dikutip dari Times of Israel, Jumat 3 April 2026, pada hari Rabu malam hingga Kamis, Iran meluncurkan sekitar 20 rudal balistik ke wilayah Israel, terutama menargetkan bagian tengah dan utara. 

Sebagian rudal berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara, sementara sisanya jatuh di area terbuka sesuai prosedur militer. Meski begitu, beberapa rudal yang membawa bom tandan sempat mengenai wilayah sipil dan menyebabkan luka ringan serta kerusakan terbatas, termasuk di sekitar Tel Aviv.


Di saat yang sama, kelompok Houthi dari Yaman juga ikut meluncurkan rudal ke arah Israel, namun berhasil dicegat sebelum menimbulkan korban. Sementara itu, Hizbullah di Lebanon menembakkan sekitar 130 roket ke wilayah utara Israel, yang mengakibatkan beberapa warga mengalami luka ringan.

Pihak militer Israel menyatakan bahwa mereka berhasil menggagalkan rencana Iran untuk meluncurkan serangan yang lebih besar bertepatan dengan hari raya tersebut. Serangan balasan Israel juga terus dilakukan dengan menargetkan fasilitas militer Iran, termasuk peluncur rudal dan pusat keuangan militer. Dalam operasi tersebut, beberapa pejabat militer penting Iran dilaporkan tewas, termasuk komandan unit rudal balistik di wilayah barat Iran.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Iran mengeluarkan pernyataan keras melalui pusat komando militernya. Mereka memperingatkan bahwa serangan berikutnya akan jauh lebih luas dan menghancurkan, serta menegaskan bahwa perang akan berlanjut hingga lawan mereka “dipermalukan dan menyerah.”

Situasi semakin memanas setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan pidato tegas dari Gedung Putih. Ia menyatakan bahwa AS hampir mencapai tujuan strategisnya dalam perang, namun juga mengeluarkan ancaman keras jika Iran tidak segera menyetujui kesepakatan.

“Dalam dua hingga tiga minggu ke depan, kita akan membawa mereka kembali ke Zaman Batu,” ujar Trump, menegaskan kemungkinan eskalasi militer yang lebih besar.

Tak lama setelah pidato tersebut, serangan udara menghantam jembatan utama di Iran yang menghubungkan Teheran dan Karaj. Serangan ini dilaporkan menewaskan dua orang dan melukai beberapa lainnya. Trump bahkan membagikan rekaman serangan tersebut dan memperingatkan bahwa lebih banyak target akan dihancurkan jika Iran tidak segera bernegosiasi.

Meski demikian, Iran menolak tawaran gencatan senjata dari AS. Melalui juru bicara kementerian luar negerinya, Teheran menyebut tuntutan Washington sebagai “tidak masuk akal” dan menegaskan bahwa tidak ada negosiasi langsung yang sedang berlangsung, meskipun komunikasi tidak langsung disebut tetap ada.

Konflik ini juga mulai berdampak pada ekonomi global. Serangan terhadap fasilitas industri Iran, termasuk dua pabrik baja terbesar, menyebabkan produksi terhenti total dan diperkirakan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk pulih. Di sisi lain, harga minyak dunia melonjak dan pasar saham mengalami tekanan akibat ketidakpastian yang meningkat.

Ketegangan bahkan meluas ke negara-negara Teluk. Serangan rudal dan drone yang terkait dengan Iran dilaporkan mengancam beberapa wilayah, termasuk fasilitas penting di Bahrain. AS pun menegaskan komitmennya untuk melindungi sekutu-sekutunya di kawasan seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, dan Bahrain.

Hingga kini, konflik terus berkembang tanpa tanda-tanda mereda. Ancaman serangan lanjutan dari kedua pihak, ditambah kegagalan diplomasi, membuat situasi di Timur Tengah semakin tidak menentu dan berpotensi berdampak luas ke seluruh dunia.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

UPDATE

Tumbuhkan Mimpi Puluhan Anak Nelayan Cilincing Lewat Nobar Film

Senin, 14 September 2026 | 03:18

Sejumlah Alutsista TNI Gercep Sisir Korban KM Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 02:55

Kesehatan di Tepi Republik

Senin, 14 September 2026 | 02:29

Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Bukti Kepercayaan Dunia Usaha Terus Menguat

Senin, 14 September 2026 | 01:54

Terpilih jadi Ketum HPK Kosgoro 1957, Eric Hermawan Langsung Tancap Gas Konsolidasi

Senin, 14 September 2026 | 01:24

Abu Vulkanik Berbahaya bagi Air dan Ikan, Begini Penjelasannya

Senin, 14 September 2026 | 00:55

KDM Dinilai Lebih Utamakan Pencitraan Ketimbang Solusi Defisit APBD Jabar

Senin, 14 September 2026 | 00:33

Menuju HUT ke-81, Panglima TNI Buka Rangkaian 72 Lomba Open Turnamen

Senin, 14 September 2026 | 00:11

SOKSI Siap Tempuh Jalur Hukum Gugat 'Bocor Alus Tempo'

Minggu, 13 September 2026 | 23:48

Asta Cita, Zakat, dan Jalan Baru Mengentaskan Kemiskinan

Minggu, 13 September 2026 | 23:24

Selengkapnya