Berita

Pencarian korban tenggelam di irigasi Klambu Grobogan (Foto: RMOLJateng/Rubadi)

Nusantara

Dua Orang Tewas Tenggelam di Irigasi Klambu dalam Sehari

JUMAT, 03 APRIL 2026 | 06:45 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Dua nyawa melayang dalam sehari di saluran irigasi Klambu, Grobogan. Seorang pelajar dan balita tewas tenggelam di lokasi berbeda dengan selisih waktu hanya beberapa jam.

Dua insiden tragis terjadi di saluran irigasi Klambu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Kamis, 2 April 2026. 

Seorang pelajar dan seorang balita dilaporkan tewas tenggelam di lokasi berbeda dalam kurun waktu kurang dari satu hari.


Korban pertama, Rhama Praditya (20), pelajar asal Dusun Taban, Desa Jenengan, Kecamatan Klambu, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam sekitar pukul 06.30 WIB. Saksi mata, Sudarmini, mengaku sempat melihat korban berada di tengah aliran irigasi sambil berteriak meminta tolong.

Kapolsek Klambu AKP Raden Enggal Agung mengatakan, korban ditemukan sekitar pukul 09.20 WIB, berjarak sekitar 70 meter dari titik awal ditemukannya sepeda motor korban. 

“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan pencarian,” ujar Enggal dikutip Kantor Berita RMOLJateng, Jumat, 3 April 2026.

Hasil pemeriksaan Tim Inafis Polres Grobogan dan tim medis Puskesmas Klambu menunjukkan adanya luka memar di kepala korban yang diduga akibat benturan dengan beton pembatas irigasi. Polisi menduga korban terpeleset saat hendak mencuci tangan usai berolahraga dan tidak bisa berenang.

Belum selesai penanganan kejadian pertama, insiden serupa kembali terjadi di Desa Terkesi, Kecamatan Klambu. Seorang balita berusia 3,5 tahun bernama Miftahurrahman Al Kafi dilaporkan tenggelam di saluran irigasi yang berada tepat di depan rumahnya sekitar pukul 09.20 WIB.

Korban diduga terjatuh saat bermain sepeda tanpa pengawasan orang tua. Tim gabungan dari BPBD Grobogan, Basarnas Pos Jepara, TNI, dan Polri langsung melakukan pencarian di lokasi kejadian.

Setelah penyisiran selama kurang lebih tiga jam, korban ditemukan pada pukul 12.34 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.

Pihak kepolisian bersama BPBD Grobogan mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran irigasi agar meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar saluran air serta memastikan pengawasan ketat terhadap anak-anak.

Kedua keluarga korban menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Aplikasi Digital Berbasis White Label Dukung Operasional KDKMP

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:59

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:43

DPD Dorong Kemenko Polkam Lahirkan Peta Jalan Keamanan Papua

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:28

Mengoptimalkan Potensi Blue Ocean Economy

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:53

Wagub Lampung Minta Gapembi Kawal Pemenuhan Standar MBG

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:35

Analis Geopolitik: Tiongkok Berpotensi sebagai Global Stabilizer

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:23

Prabowo dan Tumpukan Uang

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:58

ANTAM Tetap Fokus Jaga Fundamental Bisnis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:46

Sukseskan Program Nuklir, PKS Dorong Pembentukan Kembali BATAN

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:23

Paradigma Baru Biaya Logistik

Kamis, 14 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya