Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi RMOL/Istimewa)
Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi RMOL/Istimewa)
GOOGLE dan Facebook saat ini bukan sekadar perusahaan teknologi. Mereka adalah sistem pengumpul data terbesar yang pernah ada, dengan basis pengguna global yang mencakup hampir seluruh populasi digital dunia, termasuk Indonesia sebagai salah satu pasar aktif dan stabil.
Setiap interaksi--pencarian, lokasi, klik, percakapan, relasi sosial--ditangkap, disusun, dan dipetakan. Bukan hanya perilaku yang terlihat, tetapi juga pola keinginan: apa yang dicari, apa yang ditunda, apa yang diinginkan tetapi belum diwujudkan. Ini bukan asumsi, melainkan hasil dari sistem pengolahan data yang berjalan terus-menerus dan terukur.
Secara operasional, Facebook bahkan melangkah lebih dalam. Struktur profilnya dibangun dari hubungan nyata: keluarga, teman, pasangan, hingga riwayat interaksi sosial. Pertanyaan-pertanyaan seperti nama ibu kandung yang dalam sistem keuangan digunakan sebagai verifikasi identitas--sudah menjadi bagian dari data yang mereka kumpulkan sejak awal pengguna membuat akun. Artinya, fondasi identitas yang biasa dimiliki oleh lembaga keuangan telah lebih dulu dikuasai oleh platform ini.
Populer
Senin, 23 Maret 2026 | 01:38
Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08
Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59
Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43
Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07
Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51
Rabu, 01 April 2026 | 18:05
UPDATE
Jumat, 03 April 2026 | 00:15
Kamis, 02 April 2026 | 23:50
Kamis, 02 April 2026 | 23:21
Kamis, 02 April 2026 | 22:57
Kamis, 02 April 2026 | 22:39
Kamis, 02 April 2026 | 22:01
Kamis, 02 April 2026 | 21:42
Kamis, 02 April 2026 | 21:31
Kamis, 02 April 2026 | 21:18
Kamis, 02 April 2026 | 21:08