Berita

Representative Image (Foto: AA)

Dunia

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

JUMAT, 03 APRIL 2026 | 00:15 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Di tengah eskalasi konflik Timur Tengah, Austria memilih berdiri di jalur netral dengan menolak penggunaan wilayah udaranya oleh Amerika Serikat untuk kepentingan militer ke Iran. 

Juru bicara Kementerian Pertahanan menyatakan bahwa penolakan tersebut dilakukan secara konsisten sejak awal adanya permintaan dari Washington. 

Dia mengonfirmasi adanya lebih dari satu permintaan AS, meski tidak merinci jumlah pastinya.


“Austria menolak izin kepada AS untuk menggunakan wilayah udaranya untuk operasi militer melawan Iran, dengan alasan hukum netralitas negara tersebut,” ujar juru bicara tersebut, seperti dikutip dari Lembaga penyiaran publik Austria, ORF, Kamis, 2 April 2026.

Austria yang dikenal dengan kebijakan netralitas militernya menegaskan tidak menutup sepenuhnya akses penerbangan militer AS, namun setiap permintaan tetap dikaji secara kasus per kasus sesuai kepentingan nasional.

Dari dalam negeri, Partai Sosial Demokrat Austria (SPO) turut mendesak pemerintah untuk mempertahankan sikap tegas tersebut. 

Ketua SPO di Lower Austria, Sven Hergovich, meminta agar tidak ada satu pun penerbangan militer AS yang diizinkan. Menurutnya Perang di Timur Tengah merusak kepentingan ekonomi Austria, Eropa secara keseluruhan, dan perdamaian dunia.

“Menteri Pertahanan Klaudia Tanner (OVP) seharusnya tidak menyetujui satu pun penerbangan militer AS ke Teluk. Ia juga seharusnya tidak menyetujui penerbangan transportasi atau dukungan logistik lainnya. Sama seperti yang dilakukan Spanyol, Prancis, Italia, dan Swiss," tegas Hergovich.

Langkah Austria ini sejalan dengan sejumlah negara Eropa lain. Spanyol dilaporkan telah menutup wilayah udaranya untuk penerbangan militer terkait konflik, sementara Italia menolak permintaan pesawat AS untuk mendarat di pangkalan militernya di Sisilia.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Kejagung Periksa PNS Pemprov Banten terkait Korupsi MBG

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:17

Ahli dari Polri Untungkan Febri Adriansyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:03

Kinerja BUMD DKI Dituntut Lebih Terukur

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:53

Bayar Rp650 Juta tapi Gagal Lolos Kedokteran Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:41

KPK Bongkar Mahar Rp1,12 Miliar di Jalur Mandiri Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:29

Kiai Marsudi Dinilai Mampu Membangun Kemajuan NU Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17

Rektor Unsoed Diduga Terima Gratifikasi Rp680 Juta Lewat Mulyono

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:46

Ahli Praperadilan Febrie Sebut TPPU Perlu Tindak Pidana Asal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:29

Sjafrie Terima Menhan China: Perkuat Kerja Sama Militer

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:16

Mantan Dirdik Jampidsus Jasman Panjaitan Beberkan Kesaksian terkait Febrie

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:05

Selengkapnya