Berita

Presiden Prancis Emmanuel Macron. (Foto: TRT World)

Dunia

Macron Tampar Wacana Trump Soal Operasi Militer di Selat Hormuz

KAMIS, 02 APRIL 2026 | 20:41 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Presiden Prancis Emmanuel Macron menilai rencana membuka kembali Selat Hormuz melalui operasi militer tidak realistis.

Pernyataan itu disampaikan Macron setelah Presiden AS Donald Trump menantang sekutu-sekutu AS untuk ikut membantu membuka jalur pelayaran strategis tersebut.

“Sebagian orang mengusulkan pembebasan Selat Hormuz melalui operasi militer. Itu bukan opsi yang pernah kami dukung karena tidak realistis,” kata Macron dikutip dari TRT World, Kamis, 2 April 2026.


Menurutnya, operasi semacam itu akan memakan waktu sangat lama dan justru meningkatkan risiko bagi kapal-kapal yang melintas. Ancaman bisa datang dari pasukan Islamic Revolutionary Guard Corps maupun serangan rudal balistik.

Macron menegaskan, Prancis bersama sejumlah sekutu Eropa tengah mendorong pembentukan koalisi internasional guna menjamin kebebasan pelayaran di Selat Hormuz setelah konflik mereda.

Namun ia menegaskan, langkah tersebut hanya bisa dilakukan melalui dialog dengan Iran.

“Sejak awal kami mengatakan bahwa selat ini harus dibuka kembali karena sangat strategis bagi arus energi, pupuk, dan perdagangan internasional. Namun hal itu hanya dapat dilakukan melalui konsultasi dengan Iran,” ujarnya.

Menanggapi kritik Trump terhadap sekutu-sekutu NATO serta ancaman menarik Amerika Serikat dari aliansi tersebut, Macron menegaskan dirinya tidak ingin terus mengomentari operasi yang diputuskan Washington bersama Israel.

“Saya tidak ingin memberikan komentar berkelanjutan atas operasi yang diputuskan Amerika sendiri bersama Israel. Mereka boleh saja menyesalkan tidak mendapat bantuan, tetapi itu bukan operasi kami. Kami menginginkan perdamaian secepat mungkin,” pungkasnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Teknik Klasik, Kaitkan Prabowo dengan Teror Aktivis

Kamis, 02 April 2026 | 14:02

Kepala BNPB hingga BMKG Turun Langsung ke Lokasi Gempa di Sulut dan Malut

Kamis, 02 April 2026 | 13:59

TEBE Siap Tebar Dividen Rp200,46 Miliar, Cek Jadwal Lengkapnya

Kamis, 02 April 2026 | 13:51

Penerapan WFH di DKI Bisa Jadi Contoh Penghematan BBM

Kamis, 02 April 2026 | 13:40

Awas Penunggang Gelap Gelar Operasi Senyap Jatuhkan Prabowo Lewat Kasus Aktivis KontraS

Kamis, 02 April 2026 | 13:33

Kemkomdigi Tunggu Itikad Baik Youtube dan Meta Patuhi PP Tunas

Kamis, 02 April 2026 | 13:20

Trump akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

Demi AI, Oracle PHK 30.000 Karyawan Lewat Email

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

ASN Diwanti-wanti WFH Bukan Libur Panjang

Kamis, 02 April 2026 | 13:15

Aksi Heroik Sugianto Bikin Prabowo Bangga, Diganjar Penghargaan Presiden Korsel

Kamis, 02 April 2026 | 13:09

Selengkapnya