Berita

Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev. (Foto: VOA)

Dunia

Strategi Baru Rusia: Rekrut Mahasiswa jadi Operator Drone Militer

KAMIS, 02 APRIL 2026 | 20:28 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pemerintah Rusia menawarkan insentif besar kepada mahasiswa agar bersedia bergabung dengan unit drone yang bertempur dalam perang melawan Ukraina. Para mahasiswa direkrut untuk berperan sebagai operator maupun insinyur dalam pengoperasian teknologi drone militer.

Upaya perekrutan tersebut diperkuat dengan dokumen yang menunjukkan bahwa sejumlah perusahaan di wilayah Ryazan, Rusia bagian tengah, diberikan kuota untuk mengirim pekerjanya bergabung dengan militer.

Langkah ini dinilai sebagai strategi Moskow untuk menambah kekuatan personel di tengah konflik dengan Ukraina yang kini memasuki tahun kelima. Di saat yang sama, pembicaraan damai yang dimediasi Amerika Serikat masih tertunda di tengah memanasnya konflik Iran.


Meski begitu, Kremlin menegaskan mobilisasi militer secara umum belum menjadi agenda pemerintah. Pejabat tinggi Rusia juga membantah adanya kekurangan prajurit, meskipun Ukraina mengklaim pasukannya telah menimbulkan kerugian besar bagi militer Rusia.

Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev mengatakan, sistem perekrutan sukarelawan yang menawarkan paket finansial besar masih berjalan efektif. Menurutnya, lebih dari 400 ribu orang mendaftar sebagai relawan pada tahun lalu, sementara lebih dari 80 ribu orang telah bergabung sepanjang tahun ini.

Sementara Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengonfirmasi ada dorongan kepada mahasiswa untuk bergabung dengan pasukan drone Rusia, divisi baru yang dibentuk pada akhir tahun lalu atas perintah Presiden Vladimir Putin.

Menurut Peskov, tawaran tersebut terbuka bagi siapa saja, termasuk pekerja, mahasiswa, maupun pengangguran.

“Tawaran ini berlaku untuk semua pihak, pekerja, mahasiswa, dan pengangguran. Ini adalah tawaran terbuka untuk bergabung dengan jenis unit militer baru,” ujar Peskov dikutip dari Independent, Kamis, 2 April 2026.

Langkah Rusia menargetkan mahasiswa dinilai sebagai upaya menambah sumber daya manusia terampil di pasukan drone. Dalam konflik yang telah berkembang menjadi perang berkepanjangan, peran drone dari kedua pihak–Rusia maupun Ukraina–kian penting.

Sejumlah universitas di Rusia bahkan menawarkan berbagai fasilitas bagi mahasiswa yang bersedia bergabung. Far Eastern Federal University di Vladivostok, misalnya, menjanjikan cuti akademik minimal satu tahun yang dapat diperpanjang, pembebasan biaya kuliah saat kembali, akomodasi gratis, serta bantuan dana pendidikan.

Universitas tersebut juga menyatakan siap menanggung biaya peralatan militer yang dibutuhkan para mahasiswa yang bergabung.

Selain fasilitas tersebut, mahasiswa juga dijanjikan paket finansial yang cukup besar menurut standar lokal. Pada tahun pertama, gaji yang ditawarkan mencapai 5,5 juta Rubel atau sekitar 68 ribu Dolar AS, ditambah pembayaran satu kali sebesar 2,5 juta Rubel setelah menyelesaikan pelatihan.

Mereka juga menerima tunjangan bulanan sebesar 240 ribu rubel serta bonus tambahan 200 ribu Rubel dari pihak universitas.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Kejagung Periksa PNS Pemprov Banten terkait Korupsi MBG

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:17

Ahli dari Polri Untungkan Febri Adriansyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:03

Kinerja BUMD DKI Dituntut Lebih Terukur

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:53

Bayar Rp650 Juta tapi Gagal Lolos Kedokteran Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:41

KPK Bongkar Mahar Rp1,12 Miliar di Jalur Mandiri Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:29

Kiai Marsudi Dinilai Mampu Membangun Kemajuan NU Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17

Rektor Unsoed Diduga Terima Gratifikasi Rp680 Juta Lewat Mulyono

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:46

Ahli Praperadilan Febrie Sebut TPPU Perlu Tindak Pidana Asal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:29

Sjafrie Terima Menhan China: Perkuat Kerja Sama Militer

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:16

Mantan Dirdik Jampidsus Jasman Panjaitan Beberkan Kesaksian terkait Febrie

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:05

Selengkapnya