Berita

Pemaparan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Prof. Teuku Faisal Fathani dalam jumpa pers secara virtual, Kamis, 2 April 2026. (Foto: Tangkapan layar)

Nusantara

Gempa Sulut dan Malut Disusul Tsunami, Ini Pesan BMKG

KAMIS, 02 APRIL 2026 | 18:27 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Gempa bumi yang mengguncang Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut) dengan magnitudo (M)7,6 pada Kamis pagi, 2 April 2026, berpotensi menimbulkan tsunami di sejumlah wilayah terdampak.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Prof. Teuku Faisal Fathani, dalam jumpa pers secara virtual, Kamis 2 April 2026.

“Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa ini berpotensi tsunami dengan status siaga di wilayah Ternate, Halmahera, Tidore, Bitung, dan sebagian Minahasa, serta waspada di Kepulauan Sangi dan sekitarnya,” ujar Faisal.


Faisal menjelaskan, masyarakat perlu memahami tentang timeline peringatan dini tsunami, yang merupakan standar operasional prosedur (SOP) yang menjadi pegangan bagi semua pihak. 

“Setelah terjadi gempa bumi, maka dalam waktu kurang dari tiga menit, kita harus dapat memberikan peringatan pertama parameter gempa, kemudian potensi tsunami, estimasi waktu tiba, gelombang, dan tingkat ancaman, ini apakah awas, siaga, atau waspada,” kata Faisal.

Selain itu, Faisal juga menyebutkan tahapan selanjutnya yang masuk ke dalam SOP, yaitu kurang dari 10 menit pemerintah daerah harus mengeluarkan peringatan dini tahap 2.

“Kemudian 30 sampai 60 menit di peringatan dini tahap 3, dan harus diakhiri 120 menit setelah waktu atau estimate time arrival pertama diterbitkan,” kata Faisal.

Oleh karena itu, Faisal mengimbau stakeholder terkait untuk memerhatikan SOP tersebut, guna mengantisipasi dan mencegah dampak yang dapat muncul akibat bencana geologi itu.

“Jadi kita harus menerbitkan segera, kurang dari 120 menit agar dari BPBD, dari tim SAR, dan kemudian dari pemda-pemda itu dapat segera melakukan tindakan penyelamatan pertolongan di daerah-daerah yang terdampak,” demikian Faisal.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya