Berita

Gerakan Pemuda Nasional Indonesia (GPNI) menggelar aksi damai di depan Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat serta Kementerian Dalam Negeri di Jakarta Pusat.(Foto: Istimewa)

Nusantara

Geruduk Kedubes AS, Aktivis Teriak Setop Pendanaan LSM Asing

KAMIS, 02 APRIL 2026 | 18:02 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Sejumlah kelompok masyarakat sipil dan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Nasional Indonesia (GPNI) menggelar aksi damai di depan Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat serta Kementerian Dalam Negeri di Jakarta Pusat, Kamis 2 April 2026.

Massa mendesak Pemerintah Amerika Serikat menghentikan segala bentuk pendanaan tanpa izin yang diduga berasal dari jaringan lembaga swadaya masyarakat (LSM) asal Negeri Paman Sam. Pendanaan tersebut dinilai berpotensi mempengaruhi dinamika sosial, politik, dan ekonomi di Indonesia.

Koordinator GPNI, Fandri menilai, pemerintah tidak konsisten dalam menegakkan aturan terhadap lembaga asing.


“Negara terkesan takut untuk menegakkan hukum untuk lembaga asing yang menyalurkan dana ke LSM di Indonesia," kata Fandri.

GPNI juga menuntut Pemerintah Amerika Serikat menghormati kedaulatan Republik Indonesia dan tidak melakukan pembiaran terhadap aktivitas LSM yang dianggap mencampuri urusan dalam negeri.

Aksi di Kedubes AS ditutup dengan simbolik pembakaran topeng tokoh George Soros dan Presiden AS Donald Trump sebagai bentuk protes terhadap sikap Pemerintah AS yang dinilai abai terhadap kedaulatan Indonesia.

Usai dari Kedubes, massa melanjutkan aksi ke Kementerian Dalam Negeri. Mereka meminta pemerintah bersikap tegas terhadap setiap bentuk pengaruh oligarki global yang dinilai mengancam kedaulatan negara.

Sebelumnya, dokumen internal Open Society Foundation (OSF) dilaporkan bocor ke publik. Mengutip media internasional The Sunday Guardian, OSF disebut mengalokasikan dana sekitar 1,8 juta dolar AS atau setara Rp28 miliar kepada jaringan LSM di Indonesia.

Dana tersebut dikabarkan digunakan untuk berbagai program, mulai dari mobilisasi akar rumput, penguatan kepemimpinan pemuda, hingga pemantauan pengambilan keputusan serta peningkatan keterlibatan dengan kelompok seperti aktivis, akademisi, dan tokoh agama.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya