Berita

Pengamat intelijen dan geopolitik, Amir Hamzah. (Foto: Istimewa)

Politik

Amir Hamzah:

Teknik Klasik, Kaitkan Prabowo dengan Teror Aktivis

KAMIS, 02 APRIL 2026 | 14:02 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Ada upaya pihak-pihak tertentu mengaitkan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus dan teror yang diterima sejumlah aktivis mahasiswa, termasuk dari organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dengan masa lalu Presiden Prabowo Subianto, khususnya isu penculikan aktivis pada era reformasi.

Demikian disampaikan pengamat intelijen dan geopolitik, Amir Hamzah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis 2 April 2026.

“Ini teknik klasik. Menghidupkan kembali memori kolektif publik untuk memperkuat persepsi tertentu. Padahal konteksnya berbeda,” kata Amir. 


Amir menilai bahwa secara karakter, Prabowo dikenal sebagai sosok yang terbuka terhadap perbedaan pendapat. Latar belakang pendidikan dan pengalaman internasionalnya disebut membentuk gaya kepemimpinan yang lebih dialogis.

“Prabowo itu punya tradisi diskusi yang kuat. Dia terbiasa dengan perbedaan pandangan. Jadi narasi bahwa pemerintah alergi kritik perlu diuji secara objektif,” kata Amir.

Ia juga menyoroti langkah Prabowo yang secara terbuka menyerahkan pengusutan kasus Andrie Yunus kepada aparat penegak hukum untuk dibongkar secara transparan.

“Kalau Presiden sendiri meminta kasus ini dibuka terang, justru ini menunjukkan tidak ada yang ditutup-tutupi. Di sini kita harus bertanya, siapa yang diuntungkan dari kegaduhan ini?” tanya Amir.

Dari keseluruhan dinamika yang terjadi, Amir menyimpulkan adanya kemungkinan keterlibatan pihak-pihak tertentu yang berkepentingan memanfaatkan kasus ini untuk tujuan politik.

Ia tidak secara spesifik menyebut aktor, namun menegaskan bahwa pola-pola yang muncul mengarah pada operasi yang terencana.

“Dalam dunia intelijen, kalau ada peristiwa, lalu langsung muncul narasi tunggal yang diarahkan ke satu tokoh, disertai tekanan psikologis seperti teror dan amplifikasi media sosial, itu biasanya bukan kebetulan,” kata Amir.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya