Berita

Ketiga personel TNI yang gugur tersebut bernama Prajurit Kepala (Praka) Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.

Politik

KNPI Desak PBB Jatuhkan Sanksi Keras ke Israel

KAMIS, 02 APRIL 2026 | 10:43 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Gugurnya prajurit TNI yang tengah bertugas dalam misi perdamaian di Lebanon akibat serangan militer Israel dikecam Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI).

Ketua Umum DPP KNPI, Tantan Taufik Lubis, menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga para prajurit Indonesia yang gugur. Dia menegaskan solidaritas penuh pemuda Indonesia terhadap para pahlawan penjaga perdamaian yang menjadi korban serangan keji tersebut.

"Serangan ini merupakan bagian dari rangkaian pelanggaran dan tindakan brutal yang terus dilakukan oleh tentara pendudukan Israel tanpa menghormati hukum internasional maupun prinsip-prinsip kemanusiaan. Para korban ini kini bergabung dalam deretan panjang syuhada yang menjadi sasaran di Gaza dan Lebanon," ujar Tantan Taufik Lubis dalam keterangan resminya, Kamis, 2 April 2026.


Ketiga personel TNI yang gugur tersebut bernama Prajurit Kepala (Praka) Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.

Sedangkan lima prajurit yang  mengalami luka-luka adalah Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, Praka Arif Kurniawan, Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana, serta Praka Deni Rianto.

DPP KNPI menilai serangan ini adalah bukti nyata bahwa pendudukan Israel tidak menghormati keberadaan pasukan internasional penjaga perdamaian (UNIFIL). 

Hal ini menjadi peringatan keras bagi dunia internasional mengenai risiko keamanan di wilayah konflik tersebut. Pasukan internasional kini menjadi sasaran langsung, menunjukkan tidak adanya zona aman dari agresi Israel.

Pendudukan dan penyerangan Israel secara konsisten melanggar hukum internasional, norma, serta kesepakatan yang telah dicapai dengan para mediator.

"PBB harus bergerak dan memberikan sanksi tambahan yang jauh lebih keras terhadap militer Israel. Perilaku ini tidak boleh dibiarkan tanpa konsekuensi hukum yang tegas," tegas Tantan yang juga merupakan Presiden World NYC Federation

Di sisi lain, Komando Sayap Paramiliter KNPI, Brigade Pemuda Nasional, mengeluarkan seruan yang lebih tegas. Komandan Brigade Pemuda Nasional, Arief Darmawan, menyerukan agar negara-negara Islam bersatu menghadapi kolonialisme modern ini.

"Kami menyerukan negara-negara Islam untuk bersatu dan angkat senjata berjihad melawan penjajah Israel. Pemuda Islam harus menjadi garda terdepan perjuangan melawan kolonialisme yang dilakukan secara terang-terangan di depan mata dunia," pungkas Arief Darmawan.

DPP KNPI mendoakan prajurit yang gugur semoga Allah SWT memberikan rahmat yang luas bagi para syuhada, memberikan kesabaran serta ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan, dan senantiasa melindungi rakyat serta bangsa Indonesia.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya