Berita

Presiden RI Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Bisnis

Prabowo Kantongi Komitmen Bisnis Rp575 Triliun dari Jepang dan Korsel

KAMIS, 02 APRIL 2026 | 10:22 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden RI Prabowo Subianto berhasil membawa pulang komitmen kerja sama bisnis bernilai jumbo dari dua negara mitra utama di Asia Timur, Jepang dan Korea Selatan. 

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa lawatan Presiden Prabowo menghasilkan kesepakatan konkret dengan total nilai yang sangat signifikan mencapai 33,89 miliar dolar AS atau setara dengan Rp575 triliun.

“Dari Jepang tercatat komitmen bisnis sebesar 23,63 miliar dolar AS atau setara Rp401,7 triliun, sementara dari Republik Korea mencapai 10,26 miliar dolar AS atau setara Rp174 triliun. Sehingga total keseluruhan mencapai 33,89 miliar dolar AS atau sekitar Rp575 triliun,” kata Teddy.


Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan investor global terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, khususnya dalam mendorong hilirisasi industri, penguatan ketahanan energi, serta pembangunan sektor-sektor strategis nasional.

Lebih lanjut, Teddy menegaskan bahwa keterlibatan langsung Presiden dalam berbagai forum dan dialog dengan pelaku usaha menjadi faktor penentu dalam mendorong tercapainya kesepakatan tersebut. 

“Bapak Presiden tidak hanya hadir secara simbolik, tetapi aktif mendengarkan, merespons cepat, dan memberikan solusi serta perintah langsung atas berbagai masukan dari dunia usaha. Ini yang membuat kepercayaan investor semakin kuat,” tambahnya.

Pemerintah pun memastikan seluruh komitmen yang telah disepakati tidak berhenti pada angka di atas kertas. 

Seskab menegaskan bahwa pengawalan akan dilakukan secara serius agar investasi tersebut segera direalisasikan dan memberikan dampak nyata.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya