Berita

Presiden AS Donald Trump saat membuat pernyataan terbaru terkait perang Iran, Rabu 1 April 2026 (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Associated Press)

Dunia

Jika Amerika Keluar dari NATO

KAMIS, 02 APRIL 2026 | 08:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ketegangan mengenai masa depan NATO kembali mencuat setelah mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mewacanakan penarikan AS dari aliansi militer tersebut. 

Pernyataan ini memicu kekhawatiran, terutama di Eropa yang selama ini sangat bergantung pada perlindungan keamanan AS.

Sejak lama, Trump mengkritik NATO karena menilai banyak negara anggota, khususnya di Eropa, tidak memenuhi kewajiban belanja pertahanan. Ia beranggapan AS menanggung beban yang tidak seimbang, bahkan menyatakan bahwa perlindungan tidak seharusnya diberikan secara otomatis kepada negara yang tidak memenuhi komitmen.


Ketegangan terbaru dipicu kekecewaan Trump terhadap sikap negara-negara NATO yang tidak mendukung langkah militer AS terhadap Iran. Padahal, aturan NATO tidak mewajibkan keterlibatan dalam konflik tanpa serangan langsung terhadap anggota. Selain itu, AS juga dinilai tidak melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan sekutu sebelum bertindak.

Trump bahkan menyebut NATO sebagai “macan kertas”, menandakan organisasi yang tampak kuat namun dianggap lemah dalam praktik. Ia juga menilai negara-negara Eropa terlalu bergantung pada kekuatan militer AS tanpa kontribusi yang seimbang.

Di sisi lain, NATO tetap dipandang sebagai pilar utama stabilitas kawasan Atlantik Utara. Perannya semakin penting sejak invasi Rusia ke Ukraina, yang mendorong negara-negara anggota memperkuat kerja sama militer dan meningkatkan anggaran pertahanan.

Jika AS benar-benar keluar, dampaknya akan sangat besar. NATO berpotensi kehilangan kekuatan utamanya, sementara negara-negara Eropa harus menyusun ulang strategi pertahanan secara mandiri.

Namun, banyak pengamat menilai langkah ini tidak mudah direalisasikan. Penarikan AS dari NATO memerlukan proses politik yang kompleks, termasuk persetujuan Kongres, dan berisiko melemahkan posisi global Amerika sendiri.

Sebagian pihak juga melihat pernyataan Trump sebagai strategi politik menjelang pemilu, dengan tujuan menarik dukungan dari pemilih yang merasa kebijakan luar negeri AS terlalu membebani negara.

Didirikan pada 1949 pasca Perang Dunia II, NATO awalnya bertujuan menahan pengaruh Uni Soviet di Eropa Timur. Prinsip utamanya, Pasal 5, menegaskan bahwa serangan terhadap satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota.

Meski runtuhnya Uni Soviet mengakhiri Perang Dingin, NATO tidak bubar. Justru, aliansi ini meluas hingga mencakup negara-negara bekas blok Timur - langkah yang turut memicu ketegangan dengan Rusia.

Hingga kini, NATO tetap menjadi salah satu aliansi militer terkuat di dunia, dengan peran penting dalam menjaga keseimbangan kekuatan dan stabilitas global.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya