Berita

Plastik sampah (Foto: Babbe)

Bisnis

Antisipasi Krisis Bahan Baku Plastik, Pemerintah Bidik Pemasok di Luar Timur Tengah

KAMIS, 02 APRIL 2026 | 08:29 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Indonesia tengah bergerak cepat mengamankan rantai pasok bahan baku plastik menyusul gangguan impor dari kawasan Timur Tengah. 

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan pemerintah tengah mencari sumber alternatif untuk impor nafta yang digunakan untuk memproduksi plastik.

Langkah ini diambil seiring dengan kebijakan beberapa negara. Korea Selatan bahkan mulai melarang ekspor nafta sejak akhir Maret lalu demi mencukupi kebutuhan domestik mereka.


Dalam keterangannya di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu 1 April 2026, Mendag menjelaskan bahwa eskalasi di Timur Tengah telah menghambat aktivitas impor bahan baku utama tersebut.

"Nafta itu kita impor dari Timur Tengah. Jadi kita terdampak dari bahan baku, yang kita impor dari Timur Tengah. Apa yang kemudian kita lakukan? Kita sekarang mencari alternatif pengganti, atau alternatif dari negara lain," jelasnya. 

Guna menstabilkan pasokan, pemerintah kini mulai menjajaki kerja sama dengan sejumlah negara di luar mitra tradisional. Beberapa wilayah yang menjadi target pencarian pemasok baru antara lain India. Kemudian melakukan pendekatan dengan sejumlah pihak lain di Afrika dan Amerika.

Mendag mengakui bahwa pengalihan sumber impor ini tidak bisa terjadi secara instan. 

"Memang ini butuh waktu, karena tiba-tiba dari Timur Tengah harus pindah ke negara lain. Jadi kita harapan proses ini bisa berjalan dengan baik, sehingga harga bisa kembali normal," imbuhnya.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah memulai dialog intensif dengan asosiasi serta pelaku industri untuk merumuskan solusi terbaik. Selain itu, Kemendag memberdayakan perwakilan Pemerintah Indonesia di luar negeri untuk menjembatani komunikasi dengan pemasok potensial baru.

Krisis pasokan nafta ini bukan hanya masalah domestik, melainkan tantangan regional yang juga dialami oleh Singapura, China, Korea Selatan, Thailand, hingga Taiwan. Meski demikian, pemerintah berkomitmen penuh agar manufaktur di dalam negeri tetap beroperasi.

"Tapi kita untuk bahan baku terus kita lakukan sehingga produksi di dalam negeri tetap normal kembali dan pasokan plastik tetap dijaga dengan baik," pungkas Budi Santoso.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Potongan Ojol 8 Persen Belum Jalan, Menaker: Nanti Ya...

Senin, 22 Juni 2026 | 20:22

OTT Bea Cukai Belum Ungkap Pengendali Sistem Impor

Senin, 22 Juni 2026 | 19:50

Pertamina Bantu Pedagang Kuliner Jakarta Fair dengan Bright Gas

Senin, 22 Juni 2026 | 19:48

Keterlambatan RKAB Biang Krisis Batu Bara

Senin, 22 Juni 2026 | 19:42

Kejari Jaksel Ungkap Alasan Tidak Menahan Roy Suryo dan Dokter Tifa

Senin, 22 Juni 2026 | 19:32

PM Inggris Keir Starmer Resmi Mundur, Andy Burnham Siap Gantikan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:20

Kritik Sejumlah Parpol untuk PDIP Bentuk Loyalitas ke Prabowo

Senin, 22 Juni 2026 | 19:16

Geruduk Kantor Gubernur, Ribuan Relawan Minta MBG Dilanjutkan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:15

Penahanan Ditangguhkan, Dokter Tifa: Alhamdulillah Bisa Pulang

Senin, 22 Juni 2026 | 19:09

Sinopsis House of the Dragon Season 3, Perang Targaryen Kian Brutal,

Senin, 22 Juni 2026 | 19:05

Selengkapnya