Berita

Ilustrasi emas (Artificial Inteligence)

Bisnis

Harga Emas Dunia Melonjak 2,5 Persen Terkerek Kabar Gencatan Senjata

KAMIS, 02 APRIL 2026 | 07:20 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tren positif harga emas terus berlanjut. Penguatan ini didorong oleh kombinasi melemahnya nilai tukar Dolar AS serta munculnya harapan baru terkait de-eskalasi konflik di Timur Tengah.

Dikutip dari laporan Reuters, Kamis 2 April 2026, harga emas di pasar spot melonjak signifikan sebesar 2,5 persen ke level 4.784,22 Dolar AS per ons pada akhir perdagangan Rabu. 

Ini merupakan pencapaian tertinggi logam mulia tersebut sejak 19 Maret lalu. Sejalan dengan itu, emas berjangka Amerika Serikat juga ditutup meroket 2,9 persen di posisi 4.813,10 Dolar AS per ons.


Pelemahan greenback selama dua hari terakhir menjadi katalis utama, membuat emas lebih terjangkau dan menarik bagi pemegang mata uang asing.

Fokus pelaku pasar saat ini tertuju pada situasi di Iran dan Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump melalui platform Truth Social mengklaim bahwa pihak Iran telah meminta gencatan senjata. Meski klaim tersebut dibantah keras oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran sebagai pernyataan yang "tidak berdasar," laporan dari Axios mengonfirmasi bahwa diskusi mengenai gencatan senjata memang sedang diupayakan.

"Harga emas berpotensi kembali menembus level 5.000 Dolar AS per ons jika tren de-eskalasi konflik terus berlanjut. Kondisi tersebut dinilai dapat membuka kembali ekspektasi penurunan suku bunga oleh bank sentral Amerika," ujar Bob Haberkorn, Senior Market Strategist RJO Futures.

Analis IG, Tony Sycamore, menyoroti bahwa berakhirnya konflik bisa berdampak ganda bagi emas. Status emas sebagai aset safe-haven mungkin memudar seiring terciptanya perdamaian, tetapi dengan turunnya harga minyak akan meredam inflasi, yang pada gilirannya menghidupkan kembali peluang The Fed untuk menurunkan suku bunga pada 2026—sebuah kondisi yang biasanya menguntungkan emas.

Sebagai catatan, pada Maret lalu, emas sempat terperosok lebih dari 11 persen akibat lonjakan harga energi yang memicu kekhawatiran inflasi tinggi dan pengetatan kebijakan moneter.

Selain emas, logam mulia lainnya juga terpantau kompak menguat. Perak spot menguat 1,2 persen menjadi 76,03 Dolar AS per ons. Platinum melesat 1,6 persen ke posisi 1.979,30.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya