Berita

Wamendikdasmmen Fajar Riza Ul Haq di SMP Muhammadiyah Karangasem, Bali pada Rabu, 1 April 2026. (Foto: Humas Kemendikdasmen)

Nusantara

Wamen Fajar: Model Soal TKA Cocok buat Kebutuhan Masa Depan

KAMIS, 02 APRIL 2026 | 01:12 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq mengingatkan bahwa Tes Kemampuan Akademik (TKA) bukan sebagai penentu kelulusan, melainkan untuk menilai kemampuan individu para murid selama menempuh pendidikan kurang lebih tiga tahun.

Hal tersebut disampaikan ketika berdialog bersama para murid saat meninjau persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMP Muhammadiyah Karangasem, Bali pada Rabu, 1 April 2026.

“Masih ada yang deg-degan mengikuti TKA. Adik-adik jangan merasa tertekan atau terbebani dengan adanya TKA ini, apalagi sampai stres. Sebab, TKA tidak menentukan kelulusan, namun hasilnya dapat dijadikan sebagai pertimbangan dalam penerimaan murid baru pada jenjang pendidikan berikutnya,” tutur Wamen Fajar dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta.


Di samping meninjau persiapan TKA, Fajar juga meninjau pemanfaatan interactive flat panel (IFP) saat kegiatan belajar mengajar. Salah seorang murid mengungkapkan, dengan adanya IFP, pembelajaran menjadi lebih hidup berkat visualisasi yang ditawarkan oleh IFP.

“Apa perbedaan belajar menggunakan IFP dengan yang sebelumnya?” tanya Fajar.

“Bedanya ketika belajar materi tentang cerita. Tidak hanya menampilkan teks, tapi kita juga bisa menonton langsung ceritanya,” jawab salah seorang murid.

Selain itu, ia mendorong agar para murid dari sekolah Muhammadiyah punya rasa kebanggaan dan percaya diri. Pasalnya, apa yang dilakukan oleh Muhammadiyah selama ini salah satunya adalah memberikan pelayanan pendidikan.

“Salah satu yang dikerjakan oleh Muhammadiyah adalah mendirikan sekolah-sekolah atau memberikan pelayanan pendidikan. Dan saya salah satu alumni dari sekolah Muhammadiyah. Jadi, adik-adik harus punya kebanggaan dan percaya diri bahwa lulusan dari sekolah Muhammadiyah bisa punya kesempatan yang setara untuk berkiprah di berbagai bidang, termasuk mungkin menjadi pejabat publik di pemerintahan,” pesannya.

Peninjauan persiapan TKA juga dilakukan Wamen Fajar di SMPN 2 Amlapura. Ia merasa optimis, karena para murid memahami tujuan dan maksud diselenggarakannya TKA. 

“Jawaban adik-adik membuat saya optimis. Yang membahagiakan saya adalah adik-adik paham apa inti dari TKA ini. Bukan nilainya, bukan skornya, tetapi model soal TKA yang dipandang lebih cocok dengan kepentingan ke depan seperti berpikir kritis, logis, dan aplikatif,” kata Fajar setelah mendengar jawaban dari para murid terkait soal-soal yang diujikan dalam TKA.

Di sekolah yang sama, Wamen Fajar juga turut meninjau implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bagi Anindita, murid kelas VIII SMPN 2 Amlapura, MBG memiliki sederet manfaat. 

Berdasarkan pengalamannya, dengan adanya MBG ini ia merasa tidak hanya mendapat makanan yang bergizi, melainkan juga bisa menghemat uang sakunya.

“Terima kasih Bapak Presiden Prabowo atas program ini. Harapannya, MBG terus berlanjut dan semakin membaik,” ujarnya.

Usai melakukan peninjauan persiapan TKA, Wamen Fajar kemudian bertolak ke Kantor Bupati Karangasem dalam rangka peresmian revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Karangasem.

Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan nasional. Komitmen ini menjadi dasar kuat bagi pelaksanaan program revitalisasi sekolah di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Karangasem.

“Hari ini kita tidak sekadar meresmikan program. Kita sedang menegaskan satu hal penting: bahwa kemajuan daerah dimulai dari ruang-ruang kelas, dari sekolah-sekolah yang hidup, dari guru-guru yang menginspirasi, dan dari anak-anak yang memiliki mimpi besar,” jelasnya.

“Mari kita jadikan momentum ini sebagai titik awal perubahan. Karena sejatinya, membangun sekolah berarti membangun masa depan. Membangun pendidikan berarti membangun peradaban,” tandas Fajar.


Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya