Berita

Muhammad Said Didu. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Prabowo Ditantang Bersikap Tegas terhadap AS

RABU, 01 APRIL 2026 | 23:25 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto di tengah konstelasi geopolitik global yang semakin tak menentu diharapkan tidak takut pada Amerika Serikat (AS).

Hal tersebut disampaikan analis kebijakan publik Muhammad Said Didu dalam cuitannya di media sosial X, yang diposting pada Selasa, 31 Maret 2026.

Dia mulanya menyampaikan perspektif yang mengemuka di publik  mengenai sikap Presiden Prabowo terkait perang AS-Israel dengan Iran.


“Apakah betul info yang beredar, bahwa sikap Presiden saat ini terhadap perang Iran vs AS+Israel karena Presiden takut sama Trump dan Netanyahu ?” tanya Didu dikutip redaksi pada Rabu, 1 April 2026.

Dia menyebutkan sejumlah perspektif yang membuat ragu publik terhadap kemandirian pemerintahan Presiden Prabowo di tengah kecamuk global ini. 

“Tanda keraguan sikap tersebut antara lain terlambat ucapkan duka cita atas terbunuhnya Ali Khamenei, tidak berani komunikasi dengan Pimpinan tertinggi Iran untuk bebaskan kapal tanker Indonesia melewati selat Hormuz seperti yang dilakukan oleh PM Malaysia dan negara lain,” urai Didu.

“Dan ketiga belum adanya ucapan duka cita atas gugurnya prajurit Indonesia sebagai pasukan PBB yang diserang oleh Israel,” sambungnya.

Oleh karena perspektif yang berkembang tersebut, mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu menyampaikan keinginannya kepada Presiden Prabowo, agar menunjukan sikap yang tegas terkait persoalan ini.

“Kami berharap agar Bapak Presiden bisa kembali berdiri tegak sebagai pemimpin negara besar Indonesia,” demikian Didu menutup.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya