Berita

Agus Widjajanto. (Foto: Dok. Pribadi)

Politik

Perang Informasi, Rakyat Harus Cerdas Jaga Stabilitas Nasional

RABU, 01 APRIL 2026 | 20:42 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Ada keterkaitan antara kasus kekerasan yang menimpa tokoh kritis dengan potensi dinamika yang lebih luas terkait stabilitas keamanan nasional. 

Diungkapkan praktisi hukum, Agus Widjajanto, ada informasi yang beredar di kalangan hedge fund dan perbankan internasional mengenai indikasi pihak tertentu yang menginginkan Indonesia berada dalam kondisi tidak stabil secara politik maupun keamanan.

Sasaran utamanya, kata dia, adalah melemahkan pemerintahan yang sah serta merusak kepercayaan publik terhadap institusi negara. 


Menurut Agus, sinyal tersebut perlu dibaca dalam perspektif geostrategis dan geopolitik global.

“Informasi seperti ini tidak bisa dianggap remeh. Indonesia saat ini berada di kawasan Indo-Pasifik yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dunia, sehingga sangat strategis dalam peta kepentingan global,” ujar Agus dalam keterangan tertulis, Rabu 1 April 2026.

Dalam konteks kasus penyiraman air keras yang menjadi perhatian publik, Agus mengingatkan agar masyarakat tidak hanya melihat peristiwa secara parsial. 

Ia menekankan pentingnya mempertimbangkan kemungkinan adanya pola yang lebih besar, termasuk dalam bentuk information warfare atau perang informasi.

Katanya, dalam era digital saat ini, operasi untuk menciptakan instabilitas tidak selalu dilakukan melalui kekuatan fisik. Strategi yang digunakan kini beralih pada pembentukan opini publik, framing media, hingga eksploitasi isu-isu sensitif seperti pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

“Kasus seperti ini sangat rentan dimanfaatkan untuk membangun narasi tertentu. Misalnya dengan menggiring opini bahwa negara gagal melindungi warganya, atau bahkan menuduh institusi tertentu tanpa proses yang utuh. Ini berbahaya jika tidak disikapi secara kritis,” tegas Agus.

Lebih lanjut, ia menyoroti adanya indikasi framing yang cenderung mendiskreditkan institusi strategis seperti TNI. 

Menurutnya, jika narasi tersebut dibangun secara sistematis dan tidak berimbang, hal itu berpotensi menurunkan tingkat kepercayaan publik dan mengganggu stabilitas nasional.

Dalam analisisnya, perang informasi kini menjadi instrumen utama dalam kontestasi global. Narasi dapat dibentuk melalui berbagai kanal, mulai dari media massa hingga platform digital, untuk mempengaruhi persepsi publik secara luas dan cepat.

Karena itu, Agus mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta meningkatkan literasi digital dalam menyikapi berbagai isu yang berkembang.

“Rakyat harus tahu dan cerdas. Jangan mau diadu domba. Stabilitas nasional adalah kepentingan bersama yang harus dijaga oleh semua pihak,” pungkasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya