Berita

Ilustrasi. (Foto: AI)

Politik

Segera Reformasi Penataan Subsidi Energi

RABU, 01 APRIL 2026 | 18:35 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kondisi geopolitik global yang terancam krisis gara-gara konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran, secara tidak langsung telah menuntut Pemerintah Indonesia untuk bisa melakukan reformasi subsidi energi.

The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII) menyatakan, ketergantungan ekonomi masyarakat terhadap jaring pengaman sosial atau pemberian subsidi oleh pemerintah, memang tidak bisa dihindarkan.

Sebab, menurut Peneliti TII, Putu Rusta Adijaya, subsidi termasuk di sektor energi memang berperan penting sebagai "shock absorber" untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, terutama kelompok rentan. 


Namun, dia mendapati masalah tidak tepat sasarannya kebijakan subsidi yang masih terjadi, sangat berpotensi mengakibatkan distorsi ekonomi.

"Meningkatkan ketergantungan pada energi fosil, serta membebani generasi mendatang melalui tekanan fiskal yang berkepanjangan," kata Putu kapada RMOL, Rabu 1 April 2026.

Putu melihat, persoalan pendataan penerima manfaat subsidi energi sejauh ini masih belum dievaluasi oleh pemerintah, sehingga aspek ini mesti yang lebih dahulu diperhatikan sebelum kondisi geopolitik semakin memanas, dan ujungnya akan berefek pada harga BBM di dalam negeri. 

”Diharapkan pemerintah tidak hanya berfokus pada stabilisasi jangka pendek, tetapi juga 'look beyond'," ujar dia. 

"Jangka panjangnya kita membutuhkan reformasi dan menata subsidi yang lebih tepat sasaran, efisiensi distribusi, serta percepatan transisi menuju energi yang berkelanjutan,” sambungnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya