Berita

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Istimewa)

Politik

Harta Gibran Tembus Rp 27,9 Miliar di LHKPN 2025

Naik Rp395 Juta dalam Setahun
RABU, 01 APRIL 2026 | 17:03 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Harta kekayaan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periode 2025 tercatat sebesar Rp27.915.654.176. Angka ini hanya naik Rp395.678.556 atau sekitar 1,44 persen dibandingkan periode 2024 yang sebesar Rp27.519.975.620.

Kenaikan tersebut tergolong minim jika melihat besarnya total kekayaan yang hampir menyentuh Rp28 miliar, terlebih karena tidak ada perubahan signifikan pada aset utama berupa properti maupun investasi.

Berdasarkan penelusuran di LHKPN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu 1 April 2026, harta terbesar Gibran masih berasal dari tanah dan bangunan senilai Rp17,44 miliar. Aset ini terdiri dari tujuh bidang yang tersebar di Kota Surakarta dan Kabupaten Sragen. Properti paling besar berupa rumah dan tanah seluas 500/300 meter persegi di Surakarta senilai Rp6 miliar.


Selain itu, terdapat dua bidang tanah dan bangunan di Sragen masing-masing senilai Rp2,6 miliar. Di Surakarta, Gibran juga memiliki tanah dan bangunan seluas 112 meter persegi senilai Rp1,5 miliar, serta tiga bidang tanah masing-masing senilai Rp700 juta, Rp1,792 miliar, dan Rp2,248 miliar. Seluruh aset ini tidak mengalami perubahan dibanding laporan tahun sebelumnya.

Pada sektor alat transportasi dan mesin, nilai harta justru mengalami penurunan menjadi Rp286,5 juta dari sebelumnya Rp312 juta. Penurunan ini dipicu penyusutan nilai kendaraan yang dimiliki, terdiri dari tiga sepeda motor dan empat mobil.

Sepeda motor yang dimiliki meliputi Honda Scoopy tahun 2015, Honda CB-125 tahun 1974, dan Royal Enfield tahun 2017. Sementara mobil yang tercatat antara lain dua unit Toyota Avanza, satu Isuzu Panther, dan satu Daihatsu Grand Max.

Di sisi lain, nilai surat berharga tetap stagnan di angka Rp5,552 miliar, dan harta bergerak lainnya juga tidak berubah di Rp280 juta. Tidak ada ekspansi pada instrumen investasi maupun aset tambahan lainnya.

Sementara itu, kenaikan harta justru ditopang oleh kas dan setara kas yang meningkat menjadi Rp4.357.154.176 dari sebelumnya Rp3.935.975.620. Kenaikan lebih dari Rp421 juta ini menjadi satu-satunya sumber pertumbuhan kekayaan dalam setahun terakhir.

Dalam laporan tersebut, tidak terdapat catatan utang, sehingga seluruh kekayaan yang dilaporkan merupakan nilai bersih.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Pelita Air Libatkan UMKM Binaan Pertamina dalam PAS Sky Shop

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:59

Seluruh SPPG Wajib Tambah Penerima Manfaat 3B dalam Dua Minggu

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:50

19 Juta Tenaga Kerja dan Upsysteming UMKM

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:25

Jokowi dan Pratikno Dituding Bungkam UI Lewat PP 75/2021

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:59

Polisi Ringkus 25 Pelaku Curanmor di Bekasi

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:45

Film Dokumenter “Pesta Babi” Jangan Memperkeruh Keadaan di Papua

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:23

Melupakan Laut, Menggadaikan Masa Depan!

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:57

Polda Jambi Bongkar Peredaran Sabu dan "Vape Yakuza" Senilai Rp25,9 Miliar

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:38

Dishub kota Semarang Gencarkan Sosialisasi ke Bus AKAP

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:19

Grace Natalie: Saya Nggak Pernah Punya Masalah dengan Pak JK

Selasa, 12 Mei 2026 | 00:57

Selengkapnya