Berita

Salah satu SPBU di Jakarta (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

HIPMI Respons Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi Imbas Perang AS-Israel dan Iran

RABU, 01 APRIL 2026 | 12:26 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) memberikan tanggapan terkait potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri akibat konflik Amerika Serikat–Israel versus Iran.

Sekretaris Jenderal HIPMI, Anggawira, menilai kenaikan harga BBM non-subsidi merupakan langkah yang wajar di tengah tekanan global akibat memanasnya konflik geopolitik. Menurutnya, kondisi ini berdampak langsung pada harga minyak mentah dunia, yang menjadi acuan utama penentuan harga BBM dalam negeri.

“Kenaikan harga BBM non-subsidi dalam situasi geopolitik seperti sekarang memang wajar dan sulit dihindari. Harga BBM non-subsidi pada dasarnya mengikuti harga minyak mentah dunia, kurs Rupiah, biaya pengapalan, dan premi risiko akibat konflik,” ujar Anggawira kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Rabu, 1 April 2026.


Ia menjelaskan bahwa harga minyak jenis Brent yang saat ini bergerak di kisaran 100 hingga 115 Dolar AS per barel, bahkan sempat lebih tinggi akibat gangguan di Selat Hormuz, memberikan tekanan besar terhadap harga BBM dalam negeri. Hal ini membuka kemungkinan penyesuaian harga jika tren tersebut bertahan.

Saat ini, harga BBM non-subsidi berada pada kisaran: Pertamax Rp12.300 per liter, Dexlite Rp14.200 per liter, dan Pertamina Dex Rp14.500 per liter. Jika harga minyak dunia tidak turun, penyesuaian harga menjadi langkah rasional untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi.

Anggawira menilai kenaikan yang masih tergolong wajar berada pada kisaran 5-10 persen. Ia juga mengingatkan agar pemerintah melakukan penyesuaian secara bertahap guna meminimalkan dampak terhadap inflasi dan daya beli masyarakat.

“Secara realistis, kenaikan yang masih dianggap wajar untuk BBM non-subsidi berada di kisaran 5-10 persen. Artinya, Pertamax yang saat ini sekitar Rp12.300 per liter bisa naik ke kisaran Rp12.900-13.500 per liter,” jelasnya.

Dari sisi dunia usaha, kenaikan harga BBM akan berdampak pada peningkatan biaya operasional, terutama di sektor transportasi dan logistik. Namun, kondisi ini juga mendorong pelaku usaha untuk melakukan efisiensi dan inovasi dalam penggunaan energi.

“Untuk sektor trucking, logistik, pelayaran, bus, travel, hingga distribusi barang, komponen BBM bisa mencapai 30-40 persen dari total biaya operasional,” pungkas Anggawira.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya