Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Minyak Tembus Level Tinggi, Pasar Global Tertekan Konflik Timur Tengah

RABU, 01 APRIL 2026 | 09:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak global masih menunjukkan tren kenaikan, didorong oleh terganggunya pasokan energi akibat konflik di Timur Tengah. Kondisi ini membuat pasar energi berada dalam tekanan tinggi dan memicu kekhawatiran akan dampak ekonomi yang lebih luas.

Dikutip dari Reuters, Rabu, 1 April 2026, harga minyak mentah Brent bertahan di kisaran 115 Dolar AS per barel pada Selasa. Kenaikan ini sempat tertahan setelah lonjakan tajam sebelumnya, seiring para pelaku pasar mencermati sinyal bahwa Presiden AS, Donald Trump, mungkin terbuka untuk mengakhiri konflik dengan Iran. Meski begitu, situasi di lapangan masih memanas, ditandai dengan serangan terhadap kapal-kapal serta penutupan Selat Hormuz yang terus menjaga ketegangan tetap tinggi. 

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga tetap berada di atas 104 Dolar AS per barel, menempatkan kedua acuan harga ini pada jalur kenaikan bulanan terbesar sepanjang sejarah.


Faktor utama yang mendorong kenaikan harga adalah kondisi Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia. Gangguan di wilayah ini langsung memicu kekhawatiran pasar. Jika distribusi energi melalui jalur tersebut terus terganggu, harga minyak berpotensi kembali melonjak dalam waktu dekat.

Dampaknya mulai terasa hingga ke tingkat konsumen. Di Amerika, harga bensin rata-rata telah mencapai sekitar 4 Dolar AS per galon. Kenaikan biaya energi ini ikut memperbesar tekanan inflasi, yang pada akhirnya dapat menekan daya beli masyarakat.

Secara global, lonjakan harga minyak juga mendorong inflasi di berbagai negara, termasuk di kawasan zona euro yang kembali melampaui target bank sentral. Para analis mengingatkan, jika gangguan pasokan energi berlangsung lebih lama, risiko perlambatan ekonomi bahkan resesi global akan semakin meningkat.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya