Berita

Wakil Tetap RI untuk PBB, Duta Besar Umar Hadi (Foto: Istimewa)

Dunia

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

RABU, 01 APRIL 2026 | 07:35 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Indonesia meluapkan kemarahan dan duka mendalam dalam sidang darurat Dewan Keamanan (DK) PBB Selasa, 31 Maret 2026, menyusul gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi penjaga perdamaian di Lebanon. 

Sidang tersebut digelar khusus atas permintaan Indonesia dan Prancis, serta dibuka oleh Presiden DK PBB yang juga Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz.

Wakil Tetap RI untuk PBB, Duta Besar Umar Hadi dalam pernyataannya di hadapan peserta sidang menyuarakan duka sekaligus kemarahan yang dirasakan seluruh rakyat Indonesia.


Tiga prajurit TNI yakni Mayor Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, dan Kopral Farizal Rhomadhon gugur saat menjalankan misi perdamaian di bawah United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Kemudian lima personel lainnya menderita luka-luka yakni Kapten Sulthan Wirdean Maulana, Kopral Rico Pramudia, Kopral Arif Kurniawan, Kopral Bayu Prakoso, dan Prajurit Deni Rianto.

"Menyampaikan rasa duka cita, kemarahan, dan frustrasi lebih dari 285 juta penduduk Indonesia. Saya yakin, rasa duka cita, kemarahan, dan frustrasi ini juga dirasakan oleh masyarakat dunia,” ujarnya.

Dubes menegaskan, tindakan pembunuhan terhadap pasukan penjaga perdamaian tidak bisa diterima, dan menjadi kerugian besar tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi PBB.

“Kita tidak dapat menerima pembunuhan terhadap pasukan penjaga perdamaian ini. Ini adalah kerugian besar bagi Indonesia. Ini juga merupakan kerugian besar bagi kita semua," tegas Umar.

Lebih jauh, Indonesia menilai eskalasi konflik yang terjadi di Lebanon hingga menegaskan personel TNI tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan erat dengan aksi militer Israel.

“Eskalasi saat ini tidak muncul begitu saja. Hal ini berakar dari serangan berulang-ulang oleh Militer Israel ke wilayah Lebanon,” kata Umar Hadi. 

Dubes RI mengecam keras serangan Israel di Lebanon selatan yang dipandang melanggar kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon, serta mendesak semua pihak untuk menghentikan eskalasi dan tindakan agresif yang membahayakan personel dan aset PBB.

"Kami juga menuntut jaminan tegas dari semua pihak yang terlibat, termasuk Israel, untuk menjunjung tinggi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional, untuk segera menghentikan serangan dan perilaku agresif yang membahayakan personel dan properti PBB," tegasnya. 

Di samping itu, Indonesia juga mendesak langkah konkret dari DK PBB, termasuk investigasi menyeluruh dan pertanggung jawaban pelaku. 

"Izinkan saya memperjelas, kami menuntut penyelidikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, bukan alasan dari Israel. Hari ini, Dewan Keamanan harus bersuara dengan jelas, tegas, dan bersatu untuk mengutuk serangan terhadap personel pasukan penjaga perdamaian," pungkas Dubes.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya