Berita

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla. (Foto: tangkapan layar)

Politik

Jusuf Kalla Bereaksi atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

SELASA, 31 MARET 2026 | 21:01 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Duka cita mendalam disampaikan Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla (JK) atas gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon.

"Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya," ujar JK dalam keterangannya kepada RMOL, Selasa, 31 Maret 2026.

Berdasarkan keterangan Puspen TNI, tiga prajurit gugur dalam dua peristiwa berbeda.


Prajurit TNI Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL, Praka Farizal Rhomadon gugur akibat serangan artileri tidak langsung di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon, pada Minggu, 29 Maret 2026.

Sementara dua prajurit lainnya adalah Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Keduanya gugur saat Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR) melaksanakan pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU) pada Senin, 30 Maret 2026.

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 ini menegaskan, prajurit yang gugur bukan hanya pejuang bagi bangsa, tetapi juga simbol pengabdian Indonesia untuk dunia.

"Mereka adalah pahlawan perdamaian yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemanusiaan dan stabilitas dunia," tuturnya.

Di sisi lain, ia menilai kehadiran TNI dalam misi perdamaian internasional menjadi bukti nyata komitmen Indonesia dalam menjaga ketertiban dunia sebagaimana amanat konstitusi.

Peristiwa gugurnya prajurit TNI ini juga menjadi pengingat publik akan besarnya risiko yang dihadapi pasukan perdamaian Indonesia di wilayah konflik.

"Meski demikian, Indonesia tetap konsisten mengirimkan kontingen dalam berbagai misi PBB sebagai bagian dari kontribusi aktif menjaga perdamaian global," ucapnya.

JK pun mengajak masyarakat untuk mendoakan para prajurit yang gugur serta memberikan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan.

"Pengabdian mereka tidak hanya untuk Indonesia, tetapi untuk seluruh umat manusia. Ini adalah kehilangan besar, namun juga kebanggaan bagi bangsa," tutupnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya