Berita

Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKB, Hindun Anisah. (Foto: Dok PKB)

Politik

Pemerintah Diminta Amankan Rantai Distribusi Pangan di Tengah Konflik Timteng

SELASA, 31 MARET 2026 | 16:40 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKB, Hindun Anisah, mendesak pemerintah segera memperkuat stabilitas pasokan dan mengamankan rantai distribusi pangan nasional. 

Langkah antisipatif ini dinilai mendesak menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah yang mulai memicu kenaikan harga komoditas pangan akibat gangguan logistik dan ketidakpastian pasokan bahan baku global.

"Dalam situasi konflik global, persoalan pangan bukan hanya soal produksi, tetapi juga soal distribusi. Ketika rantai distribusi terganggu, maka pasokan tersendah dan harga akan naik di tingkat konsumen," ujar Hindun Anisah di Jakarta, Selasa, 31 Maret 2026.


Hindun menegaskan dalam situasi krisis geopolitik, persoalan pangan bukan hanya bertumpu pada kapasitas produksi, melainkan sangat bergantung pada kelancaran distribusi. 

Gangguan pada jalur perdagangan internasional dan kenaikan harga energi global dipastikan akan memberikan tekanan berantai yang berujung pada lonjakan harga di tingkat konsumen domestik. 

“Data Supply Chain Indonesia, biaya logistik rata-rata mencapai 14 persen dari harga produk. Kondisi ini membuat setiap hambatan distribusi, baik berupa kenaikan biaya bahan bakar maupun keterlambatan pengiriman, akan langsung mengerek harga pangan di pasar dalam negeri secara signifikan,” urainya.

Sebagai strategi menghadapi dinamika global, Hindun mendorong pemerintah untuk menjadikan penguatan pasokan pangan domestik sebagai prioritas utama. Ia menilai keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras pada tahun 2025 harus menjadi fondasi kuat agar ketahanan pangan nasional tidak lagi rentan terhadap gejolak eksternal.

"Swasembada beras yang berhasil dicapai Indonesia pada tahun 2025 harus dijadikan fondasi utama dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Ini adalah bukti bahwa ketika kita mampu memperkuat produksi dalam negeri, kita lebih tahan terhadap gejolak global," tegas legislator asal Jawa Tengah tersebut.

Selain kemandirian produksi, Hindun memberikan apresiasi terhadap capaian stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Perum Bulog yang mencapai 4,3 juta ton pada Maret 2026. Angka ini merupakan rekor tertinggi dalam sejarah pengelolaan cadangan pangan nasional. 

Stok yang melimpah ini harus dioptimalkan sebagai instrumen intervensi pasar yang responsif, terutama untuk meredam lonjakan harga di daerah-daerah yang terdampak gangguan distribusi.

Legislator asal Jawa Tengah II ini menekankan bahwa kemandirian pangan adalah kunci kedaulatan bangsa agar tidak mudah terpengaruh oleh krisis global. Pemerintah diharapkan memastikan distribusi CBP tepat sasaran agar kecukupan pangan rakyat tetap terjamin di tengah bayang-bayang konflik Timur Tengah yang masih berlangsung.



Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya