Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Politik

TII Ingatkan Pemerintah Waspadai Risiko Jangka Panjang Subsidi Energi

SELASA, 31 MARET 2026 | 16:18 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Peningkatan harga energi global akibat eskalasi konflik geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, dinilai perlu menjadi pertimbangan serius bagi pemerintah dalam menetapkan kebijakan subsidi energi.

Peneliti The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII), Putu Rusta Adijaya, mengingatkan bahwa kebijakan subsidi energi memiliki risiko jangka panjang, terutama terhadap kondisi fiskal negara yang berpotensi semakin terbebani.

Menurutnya, sebagai negara net importir energi, Indonesia menghadapi dilema kebijakan antara menjaga daya beli masyarakat dan mempertahankan kesehatan fiskal negara.


“Sebagai negara net importir energi, kita memang menghadapi dilema kebijakan, yaitu antara menjaga daya beli dan kebutuhan masyarakat dengan mempertahankan kondisi kesehatan fiskal negara,” ujar Putu dalam keterangannya kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Selasa, 31 Maret 2026.

Putu juga menyoroti perkembangan di sejumlah negara Asia seperti Jepang, Singapura, dan Filipina, yang mengalami krisis energi. Kondisi tersebut mendorong kebijakan seperti penerapan work from home (WFH) hingga pembatasan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

Ia menilai, langkah pemerintah yang masih mempertahankan subsidi energi untuk melindungi kelompok menengah ke bawah tetap memiliki konsekuensi terhadap fiskal negara.

“Saat ini energi yang disubsidi masih tersedia. Namun, pemerintah harus mewaspadai risiko fiskal yang berpotensi semakin membengkak jika tidak diantisipasi dengan kebijakan yang tepat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Putu menekankan pentingnya perhitungan yang cermat dan transparan terkait dampak lonjakan harga energi terhadap beban subsidi, meskipun harga BBM industri nantinya mengikuti mekanisme pasar.

Ia juga mendorong pemerintah untuk menyampaikan informasi tersebut secara terbuka kepada publik, termasuk potensi kerugian jangka panjang dan opportunity cost yang ditimbulkan.

“Pemerintah harus mengkomunikasikan kepada masyarakat secara jelas mengenai dampak jangka panjang, termasuk opportunity cost yang hilang. Ini penting sebagai bentuk keterbukaan informasi,” ujarnya.

Menurutnya, transparansi diperlukan mengingat kesadaran publik yang semakin tinggi, terutama terkait fakta bahwa sebagian penerima BBM subsidi justru berasal dari kelompok mampu yang tidak berhak.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Usai Raup Dana Jumbo, Danantara Diminta Transparan Soal Penyaluran Investasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:13

SLA Lampaui Target, Helita jadi Andalan Baru Layanan Digital Tangsel

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:09

Garda Bangsa: Program Pemerintah Dirasakan Masyarakat, Harus Dikawal

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:37

TVRI Jelaskan Proses, Cakupan, dan Distribusi Hak Siar FIFA hingga 2027

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:06

AMMSI: Penyesuaian Operasional MBG Perkuat Efisiensi Anggaran dan Tata Kelola Program

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:00

Ace Hasan Dorong Alumni UIN Jakarta Terus Berkontribusi untuk Bangsa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:24

Program 3 Juta Rumah Dipercepat, Pemerintah dan Danantara Bahas Meikarta hingga Inpres Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:08

Tiga Besar Fortune Southeast Asia 500, Pertamina: Motivasi Perkuat Ketahanan Energi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03

Saham Intel Melesat Usai Pernyataan Trump

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:32

Polisi Ungkap Rekayasa Perampokan di Menteng, Pelaku Dendam ke Korban Sejak 2020

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05

Selengkapnya