Berita

Ilustrasi vape (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube 9News)

Kesehatan

Peneliti Australia: Vape Berpotensi Menyebabkan Kanker Mulut

SELASA, 31 MARET 2026 | 15:02 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Setelah lama dianggap sebagai alternatif yang lebih aman dari rokok konvensional, rokok elektrik atau vape kini kembali menjadi sorotan. Sebuah studi terbaru dari Australia menemukan bahwa penggunaan vape yang mengandung nikotin berpotensi menyebabkan kanker.

Penelitian yang dilakukan oleh Universitas New South Wales dan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Carcinogenesis ini merupakan analisis global terhadap berbagai data terkait penggunaan vape. Hasilnya menunjukkan bahwa rokok elektrik kemungkinan besar berkaitan dengan kanker paru-paru dan kanker mulut.

Selama ini, perhatian para peneliti lebih banyak tertuju pada vape sebagai “pintu masuk” menuju kebiasaan merokok. Namun, studi ini menekankan bahwa potensi vape sebagai penyebab kanker secara langsung belum mendapat perhatian yang cukup.


Peneliti utama, Bernard Stewart, menyatakan bahwa berbagai bukti dari studi klinis, penelitian pada hewan, serta analisis mekanisme biologis menunjukkan hasil yang konsisten.

“Mempertimbangkan semua temuan, rokok elektrik kemungkinan besar menyebabkan kanker paru-paru dan kanker mulut,” ujarnya, dikutip dari 9News, Selasa 31 Maret 2026.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa penelitian ini belum menghitung secara pasti berapa besar risiko atau jumlah kasus kanker yang ditimbulkan oleh penggunaan vape.

“Penilaian kami bersifat kualitatif dan belum mencakup estimasi angka risiko kanker,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa kepastian risiko baru bisa diperoleh melalui penelitian jangka panjang.

Pemerintah Australia sendiri telah memperketat aturan terkait vape sejak 2023. Perangkat vape sekali pakai dan non-terapeutik dilarang, sementara vape untuk tujuan medis hanya boleh dijual di apotek sebagai alat bantu berhenti merokok.

Namun, pasar gelap masih marak, sehingga produk vape tetap mudah diakses, termasuk oleh kalangan muda.

Peneliti lain dalam studi tersebut, Freddy Sitas, menambahkan bahwa penggunaan vape sebagai alat berhenti merokok juga belum tentu efektif.

“Banyak pengguna justru terjebak dalam situasi serba salah, tidak bisa berhenti dari keduanya,” jelasnya.

Ia juga mengutip data dari Amerika Serikat (AS) yang menunjukkan bahwa orang yang menggunakan vape sekaligus merokok memiliki risiko hingga empat kali lebih tinggi terkena kanker paru-paru.

Para peneliti mengingatkan agar dunia tidak mengulang kesalahan yang sama seperti pada rokok tembakau. Dulu, butuh puluhan tahun hingga risiko kesehatan rokok benar-benar diakui secara luas.

“Rokok elektrik baru ada sekitar 20 tahun. Kita tidak seharusnya menunggu hingga 80 tahun lagi untuk mengambil tindakan,” tegas Sitas.

Mereka menekankan pentingnya langkah cepat dalam mengantisipasi potensi dampak kesehatan jangka panjang dari penggunaan vape, sebelum jumlah korban meningkat.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Buya Anwar: Kasus Korupsi Bisa Picu Krisis Kepercayaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:18

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Jakarta Basaria Martha Raih Penghargaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:02

Ini Jadwal Lengkap Rencana Perjalanan Haji 2027

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:45

Seragam Tak Mengubah Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:34

Cek Kesehatan Gratis Kini Lebih Mudah Diakses

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:19

Polda Banten: KMP Batumandi Angkut 420 Penumpang dan 89 Kendaraan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:59

Pembangunan KNMP Sima-Wabu Libatkan Warga Lokal

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:46

Korban Indosurya Berjuang Mencari Keadilan sejak 2020

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:13

Pramono Dorong Film Nasional Tembus Pasar ASEAN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:02

Galeri 24 Sabet Top 2 Kategori Retail dan Top 28 BUMN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 03:32

Selengkapnya