Berita

Presiden AS Donald Trump saat melakukan siaran pers di Gedung Putih pada Selasa, 24 Maret 2026 (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Al-Jazeera)

Global

Trump Ngotot akan Tetap Hancurkan Listrik dan Semua Pabrik di Iran

SELASA, 31 MARET 2026 | 12:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras terhadap Iran di tengah konflik yang masih berlangsung.

Dalam pernyataan terbaru di media sosial, Trump menyebut kemungkinan akan menghancurkan berbagai infrastruktur penting Iran, termasuk pabrik desalinasi yang mengolah air laut menjadi air bersih, jika kesepakatan politik tidak segera tercapai.

“Kami akan mengakhiri ‘kunjungan’ kami di Iran dengan meledakkan dan melenyapkan sepenuhnya semua pembangkit listrik, sumur minyak, dan mungkin semua pabrik desalinasi,” kata Trump, dikutip dari Reuters, Selasa 31 Maret 2026. 


Ancaman tersebut langsung menuai kecaman dari para pakar hukum internasional. Menyerang fasilitas sipil, seperti listrik dan air, dianggap melanggar hukum perang.

Yusra Suedi, akademisi hukum internasional dari Universitas Manchester, menegaskas: “Ini jelas merupakan tindakan hukuman kolektif. Anda tidak dapat dengan sengaja melukai seluruh penduduk sipil untuk menekan pemerintahnya.”

Konvensi Jenewa Keempat secara tegas melarang hukuman kolektif dan tindakan teror terhadap warga sipil.

Kecaman juga datang dari organisasi HAM. Raed Jarrar dari DAWN menilai ancaman Trump sebagai indikasi niat kriminal.

“Mengancam menghancurkan jaringan listrik, minyak, dan pasokan air bukanlah taktik negosiasi; itu adalah hukuman kolektif dan kejahatan perang,” katanya.

Sementara Annie Shiel dari CIVIC menjelaskan bahwa serangan terhadap infrastruktur sipil dapat menimbulkan dampak yang sangat luas, termasuk rumah sakit kehilangan listrik, krisis air bersih, dan terputusnya komunikasi masyarakat.

Pihak Gedung Putih mencoba meredakan kekhawatiran publik. Juru bicara Karoline Leavitt menyatakan bahwa pemerintah dan militer AS akan tetap bertindak sesuai hukum internasional, meski menegaskan kemampuan militer AS sangat besar.

Meski ada klaim upaya negosiasi, situasi di lapangan tetap tegang. Iran terus melancarkan serangan rudal dan drone, serta menutup Selat Hormuz. 

Ancaman Trump sejauh ini belum menghentikan serangan Iran atau memengaruhi kebijakan pemerintahnya. Bahkan, Iran memperingatkan akan membalas jika infrastruktur sipilnya benar-benar diserang.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya