Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo Akui Terlalu Kontrol Menteri, Ada yang Pingsan sampai Sakit Jantung

SENIN, 30 MARET 2026 | 21:17 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengakui gaya kepemimpinannya yang sangat detail dan cenderung micromanage berdampak pada kondisi fisik para menterinya. 

Saat menyampaikan pidato di Forum Bisnis Indonesia-Jepang di Imperial Hotel Tokyo, Senin, 30 Maret 2026, Prabowo blak-blakan menggambarkan kebiasaannya mengontrol langsung berbagai hal teknis pemerintahan.

Ia bahkan tidak jarang menelepon menteri-menterinya dini hari untuk menanyakan perkembangan harga bahan pokok nasional. 


"Dan seperti yang Anda tahu, saya adalah manajer yang terjun langsung. Menteri-menteri saya memaklumi jika saya terlalu mengontrol. Ya, saya akui saya terlalu mengontrol. Saya akan menelepon menteri-menteri saya, jam dua malam atau jam lima pagi, dan saya akan menanyakan harga telur hari ini," kata Prabowo. 

Kendati demikian, Prabowo mengaku menyesal bahwa gaya kepemimpinannya itu membuat menterinya tumbang. Ia menerima laporan sejumlah pejabat mengalami kelelahan berat hingga harus mendapatkan perawatan.

"Dan sekarang, saya merasa sedikit menyesal, karena beberapa menteri saya pingsan di depan umum dan terkadang saya mendapat laporan bahwa beberapa pejabat saya berada di rumah sakit. Mengapa? Sakit jantung," ujarnya. 

Prabowo menyadari tekanan kerja yang tinggi kemungkinan besar dipicu oleh gaya kepemimpinannya yang terlalu micromanage.

"Jadi saya merasa bersalah. Karena mungkin karena bos mereka terlalu mengontrol," ungkapnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya