Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Harga Minyak Dunia Melonjak Saat Konflik Iran Meluas hingga Yaman

SENIN, 30 MARET 2026 | 09:33 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia melonjak tajam seiring meluasnya konflik di Timur Tengah. Situasi memanas setelah kelompok Houthi di Yaman mengklaim telah meluncurkan serangan rudal ke Israel, yang menandai keterlibatan langsung mereka dalam perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Kenaikan harga minyak langsung terlihat pada perdagangan awal di Asia. 

Dikutip dari CNBC International, Senin 30 Maret 2026, harga minyak mentah Brent naik hampir 3 persen ke level 115,86 Dolar AS per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) dari Amerika Serikat menguat sekitar 3,2 persen menjadi 102,80 Dolar AS per barel. Lonjakan ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap terganggunya pasokan energi global.


Kenaikan terjadi setelah kelompok Houthi menyatakan telah menembakkan sejumlah rudal balistik ke target yang mereka sebut sebagai fasilitas militer penting milik Israel. Juru bicara mereka, Yahya Saree, mengatakan serangan itu merupakan bentuk dukungan terhadap Iran dan kelompok Hezbollah di Lebanon. 

Ini menjadi pertama kalinya Houthi terlibat langsung dalam konflik tersebut dan dipastikan memperluas skala perang sekaligus meningkatkan risiko eskalasi yang lebih besar.

Di tengah situasi ini, kekhawatiran terhadap dampak ekonomi global pun meningkat. Presiden Yardeni Research, Ed Yardeni, menilai pasar mulai bersiap menghadapi kondisi harga energi dan suku bunga yang tetap tinggi dalam waktu lama. Ia juga memperingatkan bahwa gangguan di jalur penting seperti Selat Hormuz dapat memperburuk tekanan pasar.

“Kecepatan dan besarnya kenaikan ini menunjukkan betapa cepatnya pasar energi menilai ulang risiko geopolitik, sekaligus memperkuat potensi gangguan berkepanjangan,” ujarnya.

Ketidakpastian yang tinggi, termasuk kemungkinan keterlibatan AS yang lebih luas, diperkirakan akan terus membuat pasar bergejolak hingga pasokan minyak global kembali stabil.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya