Berita

Bazar rakyat di Monas, Jakarta. (Foto: Sekretariat Presiden)

Politik

Program Rakyat Tak Cukup Sekadar Ada Anggaran tapi Harus Tepat Sasaran

SENIN, 30 MARET 2026 | 09:20 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya tidak menjawab secara rinci perihal sumber anggaran pelaksanaan Pasar Murah untuk Rakyat yang digelar oleh istana pada Sabtu, 28 Maret 2026. Teddy hanya menegaskan bahwa anggaran pesta rakyat 'pokoknya ada'. 

Menanggapi hal ini, Analis komunikasi politik Hendri Satrio alias Hensa menyebut prinsip itu justru perlu diterapkan lebih luas di berbagai program pemerintah yang menyasar rakyat kecil.

"Bagus kalau buat rakyat kecil yang penting anggarannya ada. Seharusnya pemerintah sering-sering bikin acara ini, yang melibatkan orang kecil," kata Hensa kepada RMOL, Senin, 30 Maret 2026.


Dia menilai, jika pemerintah konsisten menggelar program serupa untuk rakyat kecil dan kelas menengah, tekanan ekonomi masyarakat bisa berkurang secara bertahap.

"Diharapkan beban masyarakat itu berkurang, sehingga mereka bisa lebih menjalani hidup dengan bahagia," ujarnya.

Meski demikian, Hensat juga menyampaikan catatan kritis. Menurutnya ketersediaan dana saja belum cukup.

"Apresiasi bila program kegiatan selalu ada anggarannya, tapi akan sangat baik bila penempatan alokasi anggaran juga jelas dan tepat," ujarnya.

Lebih jauh, Hensa mendorong pemerintah agar melampaui bantuan yang bersifat konsumtif dan mulai memprioritaskan kemajuan UMKM secara struktural. 

"Perumpaannya seperti ini, bukan cuma ngasih ikan doang, tapi kailnya. Perlu juga dibuat program yang mengutamakan UMKM-nya jadi lebih maju," tegasnya.

Founder lembaga survei Kedai KOPI itu mendorong semangat "pokoknya anggarannya ada" ke sejumlah program prioritas pemerintah. 

"Dari MBG, pokoknya anggarannya ada. UMKM, pokoknya anggarannya ada. Sekolah Rakyat, pokoknya anggarannya ada. Pokoknya, kalau buat rakyat, anggarannya ada," pungkasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya