Berita

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree (Foto: Long War Journal)

Global

Houthi Resmi Terlibat Perang Iran setelah Serang Israel

MINGGU, 29 MARET 2026 | 11:34 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Eskalasi konflik Timur Tengah kian tak terbendung setelah kelompok Houthi dari Yaman yang bersekutu dengan Iran resmi masuk ke gelanggang perang dengan melancarkan serangan ke Israel. 

Aksi ini terjadi sebulan setelah dimulainya operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, yang memicu eskalasi baru di kawasan Timur Tengah.

Israel menyatakan berhasil mencegat serangan pertama pada dini hari, berupa rudal balistik yang memicu sirene pertahanan udara di Beersheva dan wilayah sekitarnya di selatan negara itu. 


Beberapa jam kemudian, Houthi dilaporkan kembali menembakkan rudal jelajah yang juga berhasil dicegat sebelum memasuki wilayah Israel, serta meluncurkan drone ke kota resor Eilat di Laut Merah yang turut berhasil ditembak jatuh oleh militer Israel.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan operasi militer pertama mereka terhadap Israel dalam konflik yang sedang berlangsung. 

"Angkatan Bersenjata Yaman melakukan operasi militer pertama, yaitu rentetan rudal balistik, yang menargetkan sasaran militer sensitif musuh Israel di selatan Palestina yang diduduki," ujarnya, seperti dikutip dari Reuters, Minggu, 29 Maret 2026. 

Menurut Saree, serangan itu dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap Iran dan sekutunya di kawasan. 

"Sebagai bentuk dukungan dan bantuan kepada Republik Islam Iran dan front perlawanan di Lebanon, Irak, dan Palestina, dan mengingat berlanjutnya eskalasi militer, penargetan infrastruktur, serta dilakukannya kejahatan dan pembantaian terhadap saudara-saudara kita di Lebanon, Iran, Irak, dan Palestina," kata dia.

Lebih jauh, Saree menegaskan bahwa operasi militer akan terus berlanjut hingga tujuan yang telah ditetapkan tercapai.

Di saat yang sama, Amerika Serikat memperkuat kehadiran militernya di kawasan dengan mengirim ribuan marinir. 

Kontingen pertama telah tiba menggunakan kapal serbu amfibi, sementara laporan menyebut Pentagon juga tengah menyiapkan opsi operasi darat di Iran, menunggu keputusan Presiden Donald Trump.

Menteri Luar Negeri Marco Rubio menegaskan bahwa Washington sebenarnya dapat mencapai tujuan tanpa pengerahan pasukan darat, namun tetap mengirim pasukan tambahan agar Trump memiliki fleksibilitas maksimal dalam menentukan arah strategi.

Masuknya Houthi juga memunculkan ancaman baru terhadap jalur pelayaran global. 

Kelompok ini dikenal mampu menyerang target jarak jauh dan mengganggu lalu lintas kapal di Laut Merah serta sekitar Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital distribusi energi dunia.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya