Berita

Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Irsan Sosiawan (Foto: Dokumen F-Nasdem)

Politik

Belajar dari Negara Tetangga, DPR Desak Pemerintah Antisipasi Kenaikan Harga Minyak

SABTU, 28 MARET 2026 | 14:20 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Eskalasi konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan sejumlah negara besar terus memberi tekanan terhadap harga energi global. Dalam beberapa waktu terakhir, harga minyak mentah dunia tercatat menunjukkan tren kenaikan signifikan.

Kondisi tersebut dinilai perlu segera diantisipasi oleh pemerintah Indonesia, mengingat sejumlah negara telah lebih dulu mengambil langkah mitigasi. 

Filipina, misalnya, telah menetapkan status darurat energi, sementara Malaysia memilih meningkatkan subsidi BBM. Di sisi lain, Singapura, Thailand, dan Vietnam juga mengalami kenaikan harga bahan bakar.


Situasi ini menjadi sinyal bagi Indonesia untuk menyiapkan kebijakan yang cepat, terukur, dan tepat sasaran guna menjaga stabilitas dalam negeri.

Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Irsan Sosiawan, menyoroti pentingnya peningkatan kewaspadaan terhadap dinamika harga minyak global.

“Perkembangan situasi global saat ini menunjukkan adanya tekanan terhadap harga minyak yang perlu dicermati secara serius oleh pemerintah,” ujar Irsan dalam keterangannya, Sabtu, 28 Maret 2026.

Ia menilai, selisih antara asumsi harga minyak dalam APBN dengan realisasi harga di pasar berpotensi menekan kondisi fiskal negara, terutama pada pos subsidi dan kompensasi energi.

Menurutnya, pemerintah memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas melalui kebijakan yang tepat dan berkelanjutan, baik dalam pengelolaan subsidi, efisiensi anggaran, maupun menjaga kestabilan harga energi di dalam negeri.

“Upaya penyiapan langkah yang terukur dan antisipatif diharapkan dapat terus diperkuat agar stabilitas ekonomi tetap terjaga,” ujarnya.
Irsan juga mengingatkan bahwa dinamika harga energi berdampak langsung terhadap masyarakat, khususnya pada daya beli dan potensi tekanan inflasi.

Ia menegaskan, ketidakpastian global yang masih berlangsung membutuhkan respons kebijakan yang adaptif dan terukur demi menjaga ketahanan ekonomi nasional.

“Berbagai skenario perlu disiapkan, mengingat dinamika global yang sulit diprediksi dan berpotensi berdampak berkelanjutan,” pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Wamenko Dradjad: Penilaian MSCI Tidak Selalu Benar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 16:23

Trump Bicara Soal Denuklirisasi dengan Rusia dan Tiongkok

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:43

PGN Perkuat Efisiensi dan Daya Saing Bisnis Melalui Inisiatif Dekarbonisasi Berkelanjutan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:22

Kawasan Industri Diajak Cak Imin Bantu Korban Karhutla

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:11

OJK Denda DSSA, BREN, CUAN Rp2,1 Triliun, Sanksi 835 Pihak Tembus Rp390 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:03

DIM RUU Migas Hampir Rampung 90 Persen

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:00

Airlangga Heran MSCI Mendadak Ancam Cabut Status Emerging Market RI Usai Bertemu Menkeu-BI di Bangkok

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:52

Pimpin Nasdem Garut, Lola Nelria: Partai Harus Hadir dalam Kehidupan Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:46

Houthi Serang Istana Presiden Yaman, Lima Meninggal Dunia

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:41

Kopdes Butuh Talenta Utuh agar Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:34

Selengkapnya