Berita

ILustrasi (Foto: kemenhaj)

Global

Selamat dari Bus Terbakar, 24 Jemaah Umrah Indonesia Kini Beristirahat di Madinah

SABTU, 28 MARET 2026 | 08:31 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sebanyak 24 jemaah umrah asal Indonesia yang sempat mengalami insiden bus terbakar dalam perjalanan dari Mekkah menuju Madinah pada Kamis 26 Maret 2026 lalu, kini dilaporkan dalam kondisi stabil. 

Insiden bus terbakar terjadi sekitar 50 kilometer sebelum memasuki Kota Madinah, tepatnya setelah melewati pos pemeriksaan terakhir.

“Alhamdulillah semua jemaah berjumlah 24 orang selamat. Sopir sigap menghentikan bus dan langsung meminta jemaah turun saat muncul tanda-tanda gangguan,” ujar Staf Teknis Haji Kantor Urusan Haji (KUH), M. Ilham Effendy, dalam keterangan yang diterima redaksi, dikutip Sabtu 28 Maret 2026.


Meski peristiwa tersebut menyisakan trauma, langkah cepat evakuasi berhasil memastikan tidak ada satu pun korban jiwa dalam musibah ini.

Sesaat setelah kejadian, jemaah langsung dievakuasi menggunakan bus pengganti menuju hotel transit di Madinah untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Ilham menegaskan bahwa fokus saat ini telah beralih pada pemenuhan kebutuhan dasar dan psikis jemaah.

Mengingat barang bawaan para jemaah ikut ludes terbakar dalam insiden tersebut, pihak KUH kini tengah bergerak cepat melakukan diplomasi dengan pihak muassasah di Arab Saudi.

Upaya koordinasi ini dilakukan guna memastikan para jemaah mendapatkan kompensasi yang layak atas kerugian materiil yang mereka alami. 

“Kami sedang berkomunikasi dengan pihak muassasah agar jemaah mendapatkan kompensasi yang layak, mengingat seluruh barang bawaan mereka ikut terbakar dalam kejadian ini,” tegas Ilham. 

Selain memastikan logistik, komunikasi dengan pendamping jemaah juga terus dijaga untuk memantau kondisi kesehatan mereka selama sisa masa ibadah.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengimbau seluruh penyelenggara perjalanan ibadah umrah untuk terus meningkatkan standar keselamatan transportasi guna menjamin keamanan dan kenyamanan jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Evaluasi menyeluruh terhadap armada transportasi di Tanah Suci diharapkan menjadi langkah preventif agar perjalanan ibadah para tamu Allah tetap berjalan khidmat tanpa kendala teknis yang membahayakan nyawa.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya