Berita

Kolase Anas Urbaningrum dengan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Purbaya Disentil Anas Urbaningrum Usai Nyemprot Ekonom Kritis

SABTU, 28 MARET 2026 | 01:33 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Sikap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menyentil kalangan ekonom kritis mendapat kritik pedas dari Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Anas Urbaningrum.

Anas meminta agar Purbaya fokus menjalankan tugasnya dengan baik sambil menerima masukan dari para ekonom kritis.  

“Pak Purbaya boleh menyemprot para ekonom yang kritis. Para ekonom juga boleh tetap kritis dan mengingatkan Pak Purbaya tentang keadaan ekonomi yang penuh tantangan. Yang wajib ditunaikan Pak Purbaya adalah fokus menjalankan tugas dengan baik. Percaya diri dan optimis terukur,” kata Anas dikutip dalam akun media X pribadinya, Jumat malam, 27 Maret 2026.


“Sebaik mungkin dalam mengelola keuangan negara. Salah satu caranya adalah bersedia dan berani menerima masukan pikiran dan gagasan yang baik dan bermanfaat,” tambahnya.

Mantan Ketum PB HMI ini juga mengingatkan Purbaya bahwa masukan dan kritik memang pahit, tetapi tetap harus diterima demi perbaikan kondisi ekonomi rakyat.  

“Meskipun mungkin kadangkala pahit di lidah dan bingung di telinga. Rakyat ingin Pemerintah sukses tunaikan tugas. Monggo, bisa!” tandasnya.

Menteri Purbaya sebelumnya mengkritik keras para ekonom kritis yang dianggapnya hanya menebar sentimen negatif tanpa dasar perhitungan yang jelas, termasuk prediksi ekonomi Indonesia akan hancur dalam waktu dekat.

Ia menegaskan, kondisi ekonomi domestik masih dapat dijaga di tengah gejolak global. Karena itu, ia meminta para ekonom tidak sembarangan menyampaikan prediksi yang justru menimbulkan keresahan.

"Kalau kita masih bisa jaga di sini. Jadi itu hitungannya. Kalau ekonom itu seperti itu, jangan asbun. Kalau nggak ngerti, sekolah lagi, apalagi yang profesor itu, nggak pernah sekolah kok," tegas Purbaya di kantornya, Jakarta, Rabu 25 Maret 2026.


Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

UPDATE

Prabowonomics dalam Desain APBN 2027

Kamis, 20 Agustus 2026 | 04:17

BRI KKB National Expo 2026 Hadir di 131 Lokasi dan Torehkan Rekor MURI

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:48

Sikap Amien Rais Makin Plinplan dan Mirip Sengkuni

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:14

PBB Dorong PT Timah Serap Hasil Timah Masyarakat Bangka Belitung

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:45

Truk Karnaval Kementerian PU Hadirkan Pesan Gotong Royong dan Kerja Nyata

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:16

Pernyataan Agus Burate soal 5 WN China di Tambang Emas Dibantah Keluarga

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:42

Jalan Harmoni, Potret Toleransi di Jantung George Town

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:37

Sindikat Meterai Palsu yang Bikin Negara Boncos Rp1 Triliun Dibongkar Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:21

Komisi V DPR Usul Kapal Penumpang dan Pengangkut Barang Dipisah

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:59

Jampidsus Diminta Terbitkan Sprindik Baru Kasus Jiwasraya dan Asabri

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:35

Selengkapnya