Berita

Ekonom senior Indef, Didik J Rachbini. (Foto: RMOL)

Politik

Didik Rachbini: 63 Persen Subsidi BBM Dinikmati Golongan Atas

JUMAT, 27 MARET 2026 | 21:39 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kebijakan subsidi bahan bakar minyak (BBM) dinilai masih belum tepat sasaran karena sebagian besar justru dinikmati kelompok masyarakat menengah ke atas.

Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Prof Didik J. Rachbini mengatakan, hasil studi lembaganya menunjukkan distribusi konsumsi BBM bersubsidi masih timpang.

Menurutnya, sekitar 63 persen konsumsi Pertalite dinikmati kelompok masyarakat atas, sementara kelompok masyarakat bawah hanya sekitar 37 persen.


“Distribusi konsumsi Pertalite sebagian besar dinikmati golongan atas sebesar 63 persen dan golongan bawah hanya 37 persen,” ujar Didik, Jumat, 27 Maret 2026.

Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan kebijakan subsidi energi selama ini belum sepenuhnya mencerminkan prinsip keadilan sosial.

Karena itu, percepatan konversi kendaraan berbahan bakar minyak menuju kendaraan listrik dinilai dapat menjadi salah satu solusi untuk memperbaiki ketimpangan distribusi subsidi sekaligus menekan beban anggaran negara.

Selain itu, reformasi kebijakan energi dinilai semakin mendesak di tengah lonjakan harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu pasokan energi global.

Indonesia sendiri masih bergantung pada impor minyak untuk memenuhi kebutuhan domestik. Ketergantungan ini membuat APBN rentan terhadap fluktuasi harga minyak dunia, terutama ketika konflik internasional mendorong kenaikan harga energi.

Di sisi lain, pemerintah tengah mendorong percepatan transisi energi melalui pengembangan kendaraan listrik dan energi baru terbarukan sebagai bagian dari strategi jangka panjang memperkuat ketahanan energi nasional.

Didik menilai momentum kenaikan harga minyak dunia saat ini seharusnya dimanfaatkan pemerintah untuk melakukan reformasi kebijakan energi secara lebih berani.

“Momentum krisis energi global ini harus dimanfaatkan untuk mempercepat konversi energi agar subsidi lebih tepat sasaran sekaligus mengurangi ketergantungan pada BBM impor,” pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya