Berita

Avichay Stern. (Foto: Michael Giladi/Flash90)

Dunia

Wali Kota Pendudukan Kiryat Shmona Murka ke Netanyahu Cs

JUMAT, 27 MARET 2026 | 16:11 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Avichay Stern, wali kota pendudukan Israel Kiryat Shmona, melontarkan kemarahan terhadap pemerintah Israel terkait kondisi keamanan warganya di tengah situasi yang terus memanas.

Dalam pernyataannya, Stern mempertanyakan kebijakan penempatan bantuan tanpa perlindungan memadai di garis depan. Ia menegaskan bahwa memberikan rasa aman kepada warga merupakan kewajiban paling mendasar negara.

“Kenapa bantuan ditempatkan di garis depan tanpa perlindungan? Ini hal paling dasar: negara wajib memberi rasa aman kepada warganya. Kalian sudah gagal,” tegasnya dikutip redaksi dari video TRT World, Jumat, 27 Februari 2026.


Stern juga menggambarkan langsung kondisi yang dialami warga sipil, termasuk dirinya sendiri. Ia mengaku harus membawa anak perempuannya yang masih berusia lima tahun ke bunker selama berjam-jam setiap kali situasi memburuk.

“Saya punya anak perempuan berusia lima tahun. Saya harus membawanya ke tempat aman selama dua jam. Dan setiap kali, saya hanya bisa berdoa,” ujarnya.

Menurutnya, kehidupan warga kini dipenuhi ketakutan dan ketidakpastian, bahkan di wilayah mereka sendiri.

“Seperti inilah hidup kami sekarang, di bawah langit kami sendiri,” lanjut Stern.

Ia juga menyoroti kondisi kelompok rentan yang paling terdampak, seperti anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, dan orang sakit, yang harus bereaksi dalam hitungan detik saat ancaman datang.

“Apa kalian tahu bagaimana rasanya dalam hitungan detik, dengan anak-anak di rumah, orang sakit, penyandang disabilitas, dan lansia?” katanya.

Stern mempertanyakan kesiapan sistem perlindungan sipil dalam menghadapi kondisi darurat, terutama bagi warga lanjut usia yang mengalami trauma.

“Bagaimana kalian berharap seseorang yang trauma bisa turun dari lantai tiga di usia 80 tahun?” pungkasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya