Berita

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

Hasto Bongkar “Segitiga Populisme Otoriter” di Forum CALD Filipina

JUMAT, 27 MARET 2026 | 13:59 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, menjadi pembicara utama dalam forum internasional Council of Asian Liberals and Democrats di Makati, Filipina, Jumat, 27 Maret 2026 waktu setempat. 

Dalam paparan bertajuk "The Institutionalization of Political Parties, Resilience, and Strategic Campaigns", Hasto membedah bagaimana institusionalisasi organisasi menjadi kunci utama sebuah partai politik mampu bertahan menghadapi guncangan kekuasaan yang luar biasa.

Di hadapan para delegasi internasional, Hasto secara spesifik menyoroti fenomena ambisi kekuasaan yang ia istilahkan sebagai Triangle of Authoritarian Populism (Segitiga Populisme Otoriter).


Berdasarkan penelitian disertasinya di Universitas Indonesia, Hasto menjelaskan bahwa segitiga ini dibangun di atas tiga pilar: feodalisme, populisme, dan Machiavellianisme.

"Segitiga ini memanfaatkan penyalahgunaan kekuasaan dan sumber daya negara untuk menciptakan persaingan elektoral yang tidak seimbang," ujar Hasto dalam keterangannya, Jumat, 27 Maret 2026.

Hasto mengungkapkan bahwa PDIP secara empiris telah diuji oleh model kekuasaan ini pada Pemilu 2024.

Ia lantas memaparkan data bahwa meski harus menghadapi tekanan sistematis, mulai dari mobilisasi bantuan sosial (bansos) dan program populis lainnya yang mencapai sekitar USD 31 miliar (sekitar Rp490 triliun) hingga intimidasi aparat penegak hukum yang menjangkau level pedesaan, PDI Perjuangan tetap mampu bertahan dan keluar sebagai pemenang Pemilu Legislatif 2024, bahkan di tingkat kabupaten kota, kursi bertambah 14 kursi secara total.

"Inilah bukti nyata dari resiliensi atau daya tahan partai yang telah terinstitusionalisasi," tegasnya.

Hasto kemudian membandingkan resiliensi politik dengan korporasi. Ia mencontohkan bagaimana institusi keuangan global seperti Citibank mampu bertahan selama ratusan tahun.

Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan semata-mata karena individu, melainkan karena adanya core ideology dan keputusan pemimpin untuk melakukan pelembagaan organisasi.

"Maka seorang pemimpin hebat sekalipun, jika dia tidak percaya pada sistem dan tidak melakukan pelembagaan organisasi, maka kepemimpinannya tidak akan berkorelasi pada ketahanan organisasi tersebut," jelas Hasto.

Ia menambahkan, kepemimpinan strategis baru akan berdampak nyata jika mampu menggerakkan gerbong institusionalisasi secara menyeluruh.

Lebih lanjut, Hasto membedah kunci resiliensi PDIP yang bersumber dari kepemimpinan Megawati Soekarnoputri. Kepemimpinan tersebut terinstitusionalisasi melalui tujuh indikator utama, yakni Berpikir Kritis (Critical Thinking), Visi (Vision), Arahan (Direction), Nilai-Nilai Inti (Core Values), Biopolitik, Keberpihakan (Alignment), dan Komitmen (Commitment).

Menurut Hasto, perpaduan kepemimpinan strategis dan institusionalisasi partai membuat PDIP fleksibel, adaptif, serta memiliki kapasitas bertahan hidup yang tinggi dalam menghadapi berbagai guncangan.

Dalam forum yang turut dihadiri tokoh politik seperti Florencio Butch Abad dan Chee Soon Juan, Hasto menegaskan bahwa kemunduran demokrasi global kerap berawal dari pelanggaran norma oleh pemimpin yang dipilih secara demokratis.

Ia menutup paparannya dengan mengutip pesan Bung Karno tahun 1965: "For fighting a nation, the journey never ends" (Bagi bangsa yang berjuang, perjalanan tidak pernah berakhir).

"Ketika seorang pemimpin melakukan kekerasan melalui ancaman, intimidasi, penyebaran ketakutan, dan bahkan kekuatan fisik untuk memaksakan kehendak mereka, pemimpin tersebut cenderung hanya melakukan justifikasi atau pembenaran atas setiap keputusan kebijakan," ujarnya.

"Resiliensi partai bersumber dari semangat juangnya untuk menghadapi pemimpin yang ingin menghancurkan demokrasi," demikian Hasto.

Forum ini juga dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Chairperson CALD Mardi Seng, Presiden Partai Liberal Filipina Lorenzo Erin Tañada III, serta perwakilan Friedrich Naumann Foundation, Almut Besold.
Selain itu, forum turut menayangkan pesan video dari Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta serta pidato kunci Senator Filipina Francis Kiko Pangilinan.

Dalam sesi panel, Hasto berbagi panggung dengan Florencio "Butch" Abad dan Chee Soon Juan, dengan moderator Editor-at-large Rappler, Marites Vitug. Delegasi lain yang hadir antara lain Lee Boon Shian dari Malaysia, James Gomez, dan V Srivarathanabul dari Partai Demokrat Thailand.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

KPK Amankan "Surat Tekanan" dari Rumah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Kamis, 16 April 2026 | 18:15

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Masuk Sidang Terbuka Akhir April

Kamis, 16 April 2026 | 18:09

Emil Dardak Prihatin Tiga Kepala Daerah Jatim Kena OTT KPK

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Pimpinan Ombudsman: Kasus Hery Susanto Terjadi Sebelum Menjabat

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Erick Thohir Bawa Kemenpora Tembus Top 5 Kementerian Kinerja Terbaik

Kamis, 16 April 2026 | 17:40

Puspen TNI Pastikan Sidang Kasus Andrie Yunus Terbuka

Kamis, 16 April 2026 | 17:37

BNPB Catat 23 Bencana dalam Dua Hari

Kamis, 16 April 2026 | 17:28

Fokus pada Inovasi dan Kesejahteraan, Bupati Mimika Raih KWP Award 2026

Kamis, 16 April 2026 | 17:22

Sudewo Ngaku Kangen Warga Pati

Kamis, 16 April 2026 | 17:17

Selengkapnya