Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan sinyal positif mengenai penguatan struktur perbankan nasional.
Tahun 2026 diprediksi akan menjadi momentum bagi beberapa bank besar di kategori KBMI III untuk naik kelas menjadi KBMI IV seiring dengan semakin kokohnya permodalan mereka.
Saat ini, kategori KBMI IV (bank dengan modal inti di atas Rp70 triliun) hanya diisi oleh empat pemain utama, yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat, daftar ini akan bertambah.
“Mungkin tahun ini, kalau saya perkirakan sekitar dua atau tiga bank akan naik kelas menjadi KBMI IV,” ujar Dian di Jakarta, dikutip Jumat 27 Maret 2026.
Kenaikan kelas ini didorong oleh posisi modal inti bank-bank tersebut yang sudah sangat mendekati ambang batas Rp70 triliun. Menurut Dian, proses transisi ini tinggal menunggu waktu karena pemenuhan syarat modalnya sudah hampir tuntas.
“Kalau dilihat, angkanya tinggal sedikit lagi sudah bisa masuk ke KBMI IV,” tambahnya.
OJK menegaskan bahwa peningkatan status ini bukan sekadar label, melainkan langkah strategis untuk memperkuat industri keuangan. Bank yang masuk kategori KBMI IV memiliki kapasitas lebih besar untuk melakukan ekspansi dan memberikan pembiayaan skala masif.
“Oleh karena itu, kami akan mendorong hal ini karena lebih sustainable dan memiliki daya dorong yang jauh lebih besar terhadap perekonomian,” jelas Dian.
Ambisi OJK untuk memperbanyak jumlah bank papan atas sebenarnya sudah dicanangkan sejak tahun lalu. Dalam pertemuan industri pada Februari 2025, Dian sempat menyebutkan target penambahan hingga enam bank baru dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
“Kami harapkan dalam dua hingga tiga tahun ke depan akan ada tambahan enam bank lagi yang naik dari KBMI III menjadi KBMI IV,” ungkapnya pada awal Februari tahun lalu,
Dengan kinerja kredit yang tetap tumbuh dua digit dan permodalan yang terus dipupuk, industri perbankan Indonesia diharapkan semakin tangguh dalam menghadapi tantangan ekonomi global ke depan.