Berita

Anies Baswedan menyapa Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY saat acara halalbihalal di Cikeas. (Foto: Dok. Instagram Merry Riana)

Publika

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

JUMAT, 27 MARET 2026 | 03:43 WIB

IDULFITRI populer di Indonesia dengan istilah lebaran. Istilah ini muncul untuk menandai selesainya puasa. Selesai itu dalam bahasa lain adalah lebaran. 

Tradisi lebaran di Indonesia diisi dengan silaturahmi. Silaturahmi antar saudara, teman dan handai tolan. Setiap lebaran, jalanan dimana-mana macet karena berjubel orang secara serentak bersilaturahmi. Dari satu rumah ke rumah yang lain. Dari satu keluarga ke keluarga yang lain. Dari satu teman ke teman yang lain.

Para perantau mudik supaya bisa bersilaturahmi dengan saudara-saudaranya di kampung, juga teman-teman lamanya. Berapa pun harga dan ongkosnya, mereka tetap balik kampung. Semua demi bertemu dengan keluarga, saudara dan teman-teman lamanya. Bahkan tak sedikit yang harus mancari pinjaman uang untuk ongkos pulang kampung. Sebuah momentum mengharukan yang tak ingin mereka lewatkan.


Para pejabat dan orang-orang populer punya tradisi open house. Membuka rumahnya untuk siapa pun yang ingin silaturahmi. Tanpa undangan, karena ini momentum lebaran. Dibuka untuk semua orang tanpa mengenal status dan kelas. Semua boleh datang dan silaturahmi. Bermaaf-maafan antar sesama.

Presiden, menteri, gubernur, walikota, bupati, ketum partai, artis, biasanya open house saat lebaran. Bahkan seringkali mereka menyiapkan angpao buat masyarakat kelas bawah yang datang.

Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY, presiden ke-6 RI juga biasa open house. Kali ini, agak heboh. Sebenarnya tidak perlu heboh. Entah kenapa jadi heboh. Sumber heboh berasal dari Demokrat sendiri.

Kenapa heboh? SBY kedatangan Anies Baswedan. Silaturahmi saat lebaran. Sesuatu yang lumrah, wajar dan ini menjadi bagian dri tradisi masyarakat Indonesia. Tapi kenapa jadi heboh?

Setelah Anies pulang dari rumah SBY, panitia open house membuat pernyataan bahwa "panitia tidak mengundang Anies". Pertanyaannya: apakah open house SBY khusus buat yang diundang? Macam resepsi pernikahan saja.

Pernyataan panitia ini seolah menegaskan bahwa SBY tidak berkenan Anies datang. Meski di momentum lebaran. Mengingat lebaran adalah momentum silaturahmi dan ruang untuk saling memaafkan, apakah penolakan ini pertanymda bahwa SBY masih marah sama Anies dan enggan membukakan pintu maaf buat Anies? 

Emang apa dosa Anies terhadap SBY? 

Istilah dosa disini tidak berkaitan dengan moral dan agama, tapi lebih pada aspek politik.

Pemilu 2024, Anies-Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY disiapkan untuk maju bersama sebagai calon presiden dan wakil presiden. 

Persiapan setengah matang, rencana ini bubar. Partai-partai pengusung Anies lebih menginginkan Anies berpasangan dengan Muhaimin Iskandar. Meski pada akhirnya pasangan ini kalah. 

Apakah peristiwa ini yang dianggap dosa besar oleh SBY sehingga di momen lebaran sekalipun SBY tidak membukakan pintu silatirahmi buat Anies?

Atau mungkin ada faktor lain dimana Demokrat menjadi bagian dari koalisi Prabowo. SBY takut jika kedatangan Anies dianggap sebagai persiapan koalisi 2029 yang menciptakan asumsi rivalilitas terhadap Prabowo?

Spekulasi publik semakin liar ketika panitia open house membuat pernyataan yang seperti memberi ketegasan bahwa Anies tidak diundang yang artinya Anies tidak dikehendaki oleh SBY untuk datang. 

Kesan yang ditangkap publik bahwa pernyataan ini bisa menjadi semacam upaya untuk "mempermalukan Anies" di depan publik. Tidak duandang kok datang? Begitulah kira-kira pesannya.

Ini bagian dari risiko kekalahan politik yang Anies harus legowo untuk bisa menerimanya. Pihak yang kalah selalu salah, karena narasi kebenaran itu lazim didominasi oleh para pemenang.

Tony Rosyid
Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Wabah DBD Bangladesh Makin Parah, 42.590 Dirawat dan 117 Lainnya Meninggal Dunia

Senin, 07 September 2026 | 12:27

Purbaya Ajukan Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun di 2027

Senin, 07 September 2026 | 12:14

Public Expose Live 2026, 45 Emiten Siap Buka Kinerja dan Prospek Usaha

Senin, 07 September 2026 | 12:04

Kini Giliran Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Bengkulu Dipanggil KPK

Senin, 07 September 2026 | 11:53

Komisi VIII DPR Desak Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan Erupsi Gunung Api

Senin, 07 September 2026 | 11:41

Wamenhaj Tekankan Revitalisasi KBIHU dan Pelindungan Jemaah dari Travel Bermasalah

Senin, 07 September 2026 | 11:33

Harga Minyak Naik Lagi Sentuh Level 96 Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 11:25

Ombudsman Soroti Peredaran Narkoba dan Pungli di Lapas

Senin, 07 September 2026 | 11:21

Cadangan Devisa RI Agustus 2026 Capai Rp2.582 Triliun, Naik 1,2 Miliar Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 11:19

Belanja Mitigasi Jadi Investasi Hadapi Erupsi Gunung Api

Senin, 07 September 2026 | 11:12

Selengkapnya