Berita

Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Wahyu Dewanto. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Wahyu Dewanto:

Klub Malam Jadi Sarang Narkoba karena Pengawasan Lembek

JUMAT, 27 MARET 2026 | 00:26 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Wahyu Dewanto menyesalkan masih adanya klub malam di ibukota yang menjadi sarang peredaran narkoba.

Demikian disampaikan Wahyu saat merespons Langkah Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipid) Bareskrim Polri yang menangkap Direktur sekaligus Pemilik klub malam Whiterabit di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Alex Kurniawan dan Manajer Operasional Yaser Leopold Talatahu terkait kasus peredaran narkoba di lokasi tersebut.

"Ini akibat pengawasan Pemprov DKI Jakarta yang sangat lembek," kata Wahyu dalam keterangannya di Jakarta, Kamis 26 Maret 2026.


Menurut Wahyu, apabila Pemprov DKI melakukan pengawasan berkala secara ketat, maka kasus narkoba di klub malam bisa diminimalisir.

"Karena kalau klub malam ditutup akan berimbas terhadap para pekerjanya yang menganggur," kata politisi Partai Gerindra ini.

Untuk mencegah kasus serupa terulang di tempat hiburan lainnya, Wahyu mendorong Pemprov DKI menggandeng BNN dan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya untuk mekakukan sweeping berkala. 

"Cek juga sampai pajaknya. Karena pajak tempat hiburan dan restoran berbeda. Jangan izinnya restoran tapi jual minuman alkohol dan lain-lain," kata Wahyu.

Pemprov DKI, lanjut Wahyu, jangan cuma berani menindak lapangan padel, tapi ciut menghadapi pengusaha hiburan malam

"Usut tuntas oknum-oknum Pemda DKI yang mengabaikan sisi pengawasan," pungkas Wahyu. 

Sebelumnya Dittipidnarkoba Bareskrim Polri menggerebek sebuah kelab malam di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan pada Selasa 17 Maret 2026 sekira pukul 00.30 WIB. Dalam operasi senyap itu, polisi menangkap lima orang mulai dari pelayan hingga bandar narkoba.

Polisi kemudian menetapkan Direktur sekaligus Pemilik klub malam Whiterabit di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Alex Kurniawan dan Manajer Operasional Yaser Leopold Talatahu sebagai tersangka.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

KAI Gelar Diskon Tiket Kereta 20 Persen, Cek Syarat dan Ketentuannya

Kamis, 26 Maret 2026 | 22:00

Anwar Ibrahim Lega Kapal Malaysia Bisa Lewat Selat Hormuz

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:58

Jadwal FIFA Series 2026 Timnas Indonesia Lawan Saint Kitts dan Nevis

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:49

Langkah Mundur Letjen Yudi Abrimantyo Sesuai Prinsip Intelijen

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:31

Cara Mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:15

Inggris Cegat Kapal Bayangan Rusia, Tuding Putin Raup Untung Minyak dari Perang

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:13

Prabowo Blusukan ke Bantaran Rel Senen, Janjikan Hunian Layak untuk Warga

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:06

Prabowo Harus Berhati-hati dengan Pernyataan Ngawur Bahlil

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:01

Fatamorgana Ekonomi Nasional

Kamis, 26 Maret 2026 | 20:34

“Aku Harus Mati”: Horor tentang Ambisi dan Harga Sebuah Validasi

Kamis, 26 Maret 2026 | 20:20

Selengkapnya