Berita

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim. (Foto: Associated Press)

Politik

Anwar Ibrahim Lega Kapal Malaysia Bisa Lewat Selat Hormuz

KAMIS, 26 MARET 2026 | 21:58 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyampaikan apresiasi kepada Iran karena membantu proses pemulangan kapal tanker minyak Malaysia beserta awaknya di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Menurut Anwar, pemerintah Iran telah menunjukkan kerja sama sejak awal, sehingga kapal dan para awak dapat melanjutkan perjalanan pulang dengan aman melalui Selat Hormuz.

“Saya mengambil kesempatan ini untuk berterima kasih kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian atas persetujuan awal yang diberikan,” kata Anwar dikutip dari NST News, Kamis, 26 Maret 2026.


“Saat ini kami sedang dalam proses mengamankan pembebasan kapal tanker minyak Malaysia dan para pekerja yang terlibat agar mereka dapat kembali ke rumah,” sambungnya.

Izin ini diberikan setelah PM Anwar aktif berkomunikasi dengan para pemimpin Iran, Mesir, Turki dan negara kawasan lainnya untuk meredakan ketegangan dan mendorong terciptanya perdamaian.

Di sisi lain, pemerintah Malaysia, kata Anwar juga terus mengantisipasi dampak ekonomi dari konflik tersebut, terutama gangguan terhadap pasokan energi global, termasuk di jalur strategis Selat Hormuz.

“Bagi kami, kami terpaksa menanggapi dampak pembatasan di Selat Hormuz dan perang, yang telah mengganggu pasokan minyak dan gas. Semua ini berdampak pada kita, meskipun kita berada dalam posisi yang jauh lebih baik karena kemampuan Petronas yang sudah lama ada,” jelasnya.

Sebagai informasi, Petronas menjadi salah satu penopang utama ketahanan energi Malaysia di tengah gejolak global.

Anwar pun menegaskan komitmen pemerintahnya untuk terus melindungi kepentingan nasional dan menjaga kesejahteraan rakyat, sembari melanjutkan upaya diplomatik demi menciptakan stabilitas di kawasan.

Selain itu, pemerintah Malaysia juga berencana memangkas kuota bulanan BBM jenis RON95 bagi warganya dari 300 liter per bulan menjadi 200 liter per bulan, mulai 1 April 2026 mendatang.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya